AGRIS

Data provider:

Icon data provider

ICALTD, the Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination, is one of structural bodies under the Indonesian Agency for Agricultural Research and Development, Ministry of Agriculture. ICALTD consists of two major divisions, i.e the library and technology dissemination. The library, established in 1842, is the oldest agriculture library in Indonesia. The establishment was proposed by J.K. Hasskarl, Assistant Hortulanus's Land Plantentuin, and M. Diard, a member of Natuurkundige Commisie, started with 25 title books dona [...]

Active (Data provider submitted metadata in the last calendar year)
Journal Article

Journal Article

[Integrated reclamation of tertiary soil fertility in oil palm plantation]  [1998]

Koedadiri, A.D.; Adiwiganda, M.R.;

Access the full text

  • NOT AVAILABLE
Produktivitas kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) pada tanah tersier masih tergolong lebih rendah jika dibandingkan dengan produktivitas pada kelas lahan S3. Dosis pemupukan yang diberikan ternyata belum dapat meningkatkan produksi kelapa sawit seperti terjadi pada sebagian besar perkebunan kelapa sawit di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Aceh, Irian Jaya dan pada tanah tersier di Sumatera Utara. Subgrup tanah tersier yang telah ditemukan di daerah tersebut terdiri dari Typic Paleudult yang mempunyai kadar liat yang tinggi, Psammentic Paleudult yang berkadar pasir tinggi dan Plinthic Paleudult yang mengandung plintit yang bersifat sangat teguh. Rendahnya status kesuburan tanah tersier ini diakibatkan oleh 1. aktivitas koloid tiap tipe 1:1 yang rendah dalam mengadsorpsi kation-kation basa atau dengan perkataan lain memiliki KTK-liat yang rendah yaitu kurang dari 15 me/100 g liat, 2. kandungan C-organik kurang dari 1 persen, 3. cadangan mineral yang rendah yaitu kurang dari 5 persen dan 4. pH yang rendah yaitu kurang dari 5 dan 5. kejenuhan Al yang tinggi 70-95 persen. Semua kelemahan sifat tanah tersier tersebut memberikan pengaruh yang buruk terhadap tanah ini yaitu tingkat erodibilitas tanah dan pencucian unsur hara menjadi sangat tinggi. Oleh karena itu peningkatan kesuburan tanah secara terpadu mutlak dilakukan pada tanah-tanah tersier yang meliputi: 1. aplikasi bahan organik secara kontinyu, 2. aplikasi bahan pembenah tanah, 3. konservasi t
anah yang optimal, 4. pembangunan penutup tanah yang sempurna pada masa awal, dan 5. penggunaan pupuk dengan dosis yang tinggi dan berimbang yang dapat menetralkan serta memantapkan agregat tanah
From the journal
Warta Pusat Penelitian Kelapa Sawit (Indonesia)
ISSN : 0853-2141

Bibliographic information

Language:
Indonesian
Type:
Summary
In AGRIS since:
2000
Volume:
6
Issue:
2
Start Page:
71
End Page:
76
All titles:
"[Integrated reclamation of tertiary soil fertility in oil palm plantation]"@eng
"Reklamasi terpadu peningkatan kesuburan tanah tersier pada perkebunan kelapa sawit"@ind
Other:
"Summary (In)"
"8 ref."
Loading...

Bibliographic information

Language:
Indonesian
Type:
Summary
In AGRIS since:
2000
Volume:
6
Issue:
2
Start Page:
71
End Page:
76
All titles:
"[Integrated reclamation of tertiary soil fertility in oil palm plantation]"@eng
"Reklamasi terpadu peningkatan kesuburan tanah tersier pada perkebunan kelapa sawit"@ind
Other:
"Summary (In)"
"8 ref."