Data provider:

Icon data provider

IPB was built on 1 September 1963 as the form of visionary thinking from the leader of nation and they who were care about the agricultural university that this great nation had a world-class university with the competence in the field of agriculture, bioscience, and various fields related. This was intended for strengthening food security, bioenergy, job creation, poverty alleviation, and preserving the environment.

Journal Article

Journal article

Efektivitas Pelapisan Rizobakteri pada Benih Cabai setelah Disimpan 7 Bulan dalam Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman serta Mengendalikan Penyakit Busuk Phytophthora  [2019]

Hikmawati, Ainun Nur Maulidina; Ilyas, Satriyas; Manohara, Dyah;

Visualise le texte intégral

<p style="text-align: justify;">Pengendalian penyakit busuk phytophthora pada cabai umumnya menggunakan fungisida sintetis yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelapisan rizobakteri pada benih cabai setelah disimpan selama 7 bulan, terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil, serta ketahanan tanaman cabai terhadap penyakit busuk phytophthora. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2017 di Laboratorium Penyakit Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dan Rumah Kaca Kebun Percobaan Leuwikopo, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RKLT satu faktor dengan empat ulangan. Percobaan terdiri atas dua belas perlakuan yaitu kontrol positif, kontrol negatif, <em>coating </em>Na alginat 2.5% <em>plus </em>E1+F2B1, ST116B, CM8, <em>biopriming </em>24 jam isolat E1+F2B1, ST116B, CM8, <em>biopriming </em>48 jam isolat E1+F2B1, ST116B, CM8 dan <em>priming </em>metalaksil 800 ppm. Tanah inokulum sebanyak 5 gram/ tanaman disebar di sekitar perakaran ketika tanaman berumur 5 MSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan <em>biopriming </em>ST116B 24 jam nyata meningkatkan pertumbuhan tanaman meskipun tanah telah diinokulasi <em>P. capsici</em>. Perlakuan <em>biopriming </em>isolat ST116B 24 jam dan <em>coating plus </em>isolat ST116B mampu menurunkan kejadian penyakit busuk phytophthora dari 93.8% (kontrol positif) menjadi 65.6%. Perlakuan
<em>priming </em>menggunakan metalaksil tidak efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman terhadap busuk phytophthora.

(Revue

Buletin Agrohorti

ISSN : 2614-3194