[Technology package of groundnut cultivation for dry land in East Java]
1994
Saleh, N. | Harsono, A. | Adisarwanto, T. | Sumarno (Balai Penelitian Tanaman Pangan, Malang (Indonesia))
الأندونيسية. Kacang tanah merupakan tanaman palawija yang bernilai ekonomi tinggi dan berfungsi sebagai sumber pendapatan tunai bagi petani. Peningkatan produktivitas kacang tanah dari tingkat produksi sekarang dapat meningkatkan pendapatan petani, apabila harga jual tetap stabil yaitu sekitar Rp 1000/kg polong kering. Produktivitas kacang tanah petani di Jawa Timur sangat beragam, antara 0,5 hingga 1,5 ton/ha polong kering. Faktor yang menyebabkan rendahnya hasil terutama adalah (1) kualitas benih asalan, varietas lokal campuran (2) populasi tanaman kurang optimal (3) penyakit bercak daun dan karat (4) dan serangan hama daun. Penelitian perakitan teknologi budidaya kacang tanah menunjukkan bahwa produktivitas dapat ditingkatkan menjadi 2 t/ha polong kering, dengan penggunaan benih bermutu tinggi, penanaman pada bedengan selebar 3-4 m, populasi tanaman 250 000 tanaman/ha (jarak tanaman 40 cm x 10 cm, 1 tanaman/lubang), pemupukan dengan 50 kg Urea, 75 kg TSp dan 50 kg KCl/ha, pengendalian hama daun berdasarkan pemantauan dan pengendalian penyakit karat dan bercak daun dengan penyemprotan 0,5 l/ha fungisida Tospin, pada tanaman umur 7 dan 9 minggu. Penambahan pendapatan dengan penerapan teknologi budidaya maju mencapai Rp 268.000 dibanding cara tanam tradisional. Agar petani dapat menerapkan paket budidaya maju diperlukan adanya kredit berupa benih, pupuk, insektisida dan fungisida yang tersedia di tingkat KUD. Di samping itu bimbingan teknis secara langsung di lapangan akan sangat menentukan adopsi teknologi dan keberhasilan usaha peningkatan produktivitas kacang tanah. Program penyuluhan secara aktif di lahan petani masih perlu ditingkatkan guna mendukung perbaikan cara budidaya kacang tanah
اظهر المزيد [+] اقل [-]