Response of Madura tobacco to watering and nitrogen fertilization rates on upland soil
1993
Rachman, A. | Murdiyati, A.S. | Suwarso (Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat Malang (Indonesia))
إنجليزي. An experiment to study the response of Madura tobacco to the watering rates and nitrogen fertilization was conducted on June-August 1991 on upland Red Yellow Mediterranean soil type in Kambingan Timur village, Saronggi sub district, Sumenep district, Madura. The treatments were four rates of watering (i.e.0.5; 1.0; 1.5; and 2.0 l water/plant/application), and three rates of nitrogen fertilization (i.e. 41.0; 61.5; and 82.0 kg N/ha). The treatments were arranged factorially in Randomized Block Design, with four replications. The results showed that interaction of watering x N rates were not significant for yield, grade index, and crop index. Rate of watering increased yield, grade index, crop index, plant height, leaf size and number of dried leaf, while there was no effect on sliced leaf. The increasing rate of nitrogen fertilization was able to increase yield, plant height, leaf size, and number of leaves to be sliced, but grade index was decreased, while crop index and number of leaves dried were not affected. Recommended rate of watering was 0.5 l/plant/day at age of 1-20 days; 2.0 l/plant every two days at age of 21-40 days; everyday at age of 41-50 days and every two days at age of 51-54 days; and then every three days at age of 55-60 days. This rate of watering was equivalent to 174 mm water/cropping season. Recommended rate of nitrogen fertilization was 41.0 kg N/ha
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Penelitian tentang respon agronomis tembakau Madura terhadap perlakuan penyiraman pemupukan N telah dilakukan pada Juni-Agustus 1991 di tanah tegal tipe Mediteran Merah Kuning Desa Kambingan Timur, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura. Perlakuan meliputi empat taraf takaran penyiraman (0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0 l air/tanaman/pemberian) dan 3 taraf pemupukan N (41,0; 61,5; dan 82,0 kg N/ha). Perlakuan disusun secara faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok, dengan empat ulangan. Interaksi perlakuan penyiraman dengan pemupukan nitrogen tidak berpengaruh terhadap hasil indeks mutu, dan indeks tanaman. Peningkatan takaran penyiraman meningkatkan hasil, indeks mutu, indeks tanaman, tinggi tanaman, ukuran daun, dan jumlah daun yang menjadi krosok, tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah daun yang dapat dirajang. Peningkatan takaran pupuk nitrogen meningkatkan hasil, tinggi tanaman, ukuran daun dan jumlah daun yang dapat dirajang, tetapi menurunkan indeks mutu, dan tidak berpengaruh terhadap indeks tanaman dan jumlah daun yang menjadi krosok. Takaran penyiraman yang dapat dianjurkan 0,5 l air/tanaman diberikan tiap hari mulai tanam sampai umur 20 hari, diikuti penyiraman 2,0 l/tanaman yang diberikan tiap dua hari pada umur 21-40 hari, kemudian tiap hari pada umur 41-50 hari dan tiap dua hari pada umur 51-54 hari, selanjutnya tiap tiga hari pada umur 55-60 hari. Pemberian air ini setara dengan 174 mm air/musim tanam
اظهر المزيد [+] اقل [-]