Status of sea cucumber and some mollusc in Manggarai Regency, East Nusa Tenggara (Indonesia)
1994
Wagiyo, K. | Wasilun (Balai Penelitian Perikanan Laut, Jakarta (Indonesia))
إنجليزي. Study of the status of sea cucumber and mollusc have been carried out in Manggarai in October and December 1993. The objectives were to get stock data, its utilization and socio-economic status of sea cucumber and mollusc fisheries in Manggarai regency. The standing stock was estimated using stratified and cluster random sampling with transect line. Data and information on the status were found by interview of local fishermen and fish retailer. The result showed that there were 11 species of sea cucumber and 5 species of mollusc found in the waters of Manggarai. The sea cucumber abundance in depth 0-10 m, 10-20 m and 20-30 m were 116, 131, 250 individual/ha respectively. The dominant species were Holothuria marmorata, H. impatiens and H. leucospilota. The MSY of sea cucumber and pearl oyster (Pinctada maxima and Pinctada margaritifera) were about 13,453 tons/year, 15,249 individual/year and 2,023 tons/year. Its present status were 50,3 percent, 86,4 percent and 175 percent respectively. The sea cucumber and mollusc were exploited together with its R/C about 2,3. There was declining force in the number of the company and the number of fishermen from 1988 to 1992
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Penelitian tentang status perikanan teripang dan beberapa moluska telah dilakukan di Kab. Manggarai. Metode pengambilan sampel dengan transek garis secara "stratified dan cluster random sampling" untuk pendugaan sediaan., sedangkan wawancara-wawancara berstruktur untuk memperoleh data dan informasi bagi status pengusahaan. Tujuan penelitian untuk memperoleh data sediaan, pemanfaatan dan status sosial ekonomi perikanan teripang dan beberapa moluska di Kab. Manggarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kab. Manggarai ditemukan 11 jenis teripang dan 5 jenis moluska. Kepadatan teripang dikedalaman 0-10 m, 10-20 m dan 20-30 m berturut-turut adalah 116 ekor/ha, 131 ekor/ha dan 250 ekor/ha, masing-masing didominasi oleh teripang pulut (Holothuria marmorata), teripang donga (Holothuria impatiens) teripang talengko (Holothuria leucospilota). Potensi teripang, kerang mutiara (Pinctada maxima), japing-japing (Pinctada margaritifera) secara berurutan sebesar 13.453 ton/tahun, 15.249 ekor/tahun dan 2.023 ton/tahun dengan tingkat pemanfaatan 50,3 persen, 86,4 persen dan 175 persen, teripang dan moluska diusahakan secara bersama dalam satu unit usaha dengan R/C
اظهر المزيد [+] اقل [-]