The Assessment of direct seeded rice (Tabela) in rice base farming systems agribusiness oriented (SUTPA) in South Sulawesi
1998
Saenong, S. | Suherman, O. | Bahtiar (Balai Penelitian Jagung dan Serealia Lainnya, Maros (Indonesia)) | Alam, S. | Azis, M. | Kartono, G.
إنجليزي. This research was conducted in eight districts i.e. Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, Luwu, Maros, and Gowa districts, 500 hectares in each site. The objectives of the assessment were: 1. to increase production efficiency through implementation of mechanized production system, and 2. to increase competitive advantage of agribusiness oriented in rice based farming systems. Technology introduced were direct seeded rice (tabela) using rice seeder (atabela), using participatory on-farm household. The results indicated that tabela (direct seeded) planting method increased rice yield up to 0.44 t/ha (7.1 percent) as compared to transplanted rice. Direct seeded rice also reduced production cost i.e. Rp.47,700/ha (7.9 percent) lower compared to transplanted rice. Therefore, direct seeded rice generated net income Rp.1,998,003/ha (higher than that of generated from transplanted rice), i.e. Rp.1,733,614 (15.3 percent, giving the increase of Rp.264,389/ha). Production cost of rice grain/kg using direct seeded was also lower than transplanted rice, i.e. Rp.125.25/kg, while transplanted rice was Rp.138.55/ke (9.6 percent more efficient as compared to transplanted rice). The primarily constraints in implementing direct seeded rice was weeds, while the major constraints of growing Memberamo were heavy lodging, and low of milling rate (47.67), while Ciliwung variety reaches 53.48 percent. Moreover Memberamo variety was also susceptible to bacterial leaf blight, especially during wet season
اظهر المزيد [+] اقل [-]مجهول. Penelitian dilaksanakan pada delapan Kabupaten yaitu: Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, Luwu, Maros, dan Gowa masing-masing 500 hektar. Tujuan pengkajian adalah: 1. Meningkatkan efisiensi sistem produksi dengan pemanfaatan alat dan mesin pertanian antara lain penggunaan atabela dan 2. meningkatkan daya saing komoditas pertanian dalam sistem usahatani yang berorientasi agribisnis. Teknologi introduksi dalam usahatani padi adalah cara tanam benih langsung (tabela) dilaksanakan antara lain dengan menggunakan alat tanam benih (atabela). Pengkajian dilaksanakan dengan pendekatan partisipatori. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa cara tabela dapat menghasilkan gabah 0,44 t/ha lebih tinggi dari cara tanam pindah (7,1 persen). Selain itu cara tabela juga dapat menghemat biaya produksi rata-rata Rp.47.700/ha (7,9 persen) lebih rendah di banding tanam pindah. Karena itu pendapatan bersih dengan cara tabela adalah Rp.1.998.003/ha, lebih tinggi dibanding cara tanam pindah yang hanya memberikan pendapatan bersih Rp.1.733.614 (Rp.264.375/ha atau 15,3 persen lebih tinggi dari hasil yang diperoleh dengan cara tanam pindah). Biaya produksi gabah/kg juga lebih rendah, yaitu Rp.125,25/kg gabah dengan cara tabela dan Rp.138,55/kg dengan cara tanam pindah). Kendala utama dalam penerapan tabela adalah gulma sedangkan penggunaan varietas Memberamo adalah tingkat kerebahan yang tinggi dan rendemen gabah untuk beras kepala yang rendah (47,67 persen), dibanding Ciliwung yang dapat mencapai rendemen 5,48 persen. Selain itu Memberamo peka terhadap penyakit hawar daun, terutama di musim hujan
اظهر المزيد [+] اقل [-]