Somatic embryogenesis in oilpalm for the in-vitro propagation of elite clones
1996
Ginting, G. (Institut fur Pflanzenbau und Pflanzenzuchtung, Universitat Gottingen, Gottingen) | Mollers, C. | Pamin, K.
إنجليزي. In oil palm (Elaeis guineensis Jacq) meristematic leaf tissues are used in-vitro process in callogenesis. Callus developing on this tissue is propagated and finally subcultured on suitable medium for the induction of secondary embryogenesis. After transferred to hormone free medium, embryogenic calli readily form plantlets. These were separated and rooted then were transferred to the greenhouse and the nursery. To date, 124 high yielding elite clones have been propagated by this in-vitro method and are currently being tested in plantation, covering an area of 1.532 ha. Observation in the plantations indicated that the clones adapted well to the environment. However, data collected from 65.069 clonal plantlets revealed that on the average 5.6 percent of the material was negatively affected by somaclonal variation. The affected plantlets showed abnormal female flowers, ranging in severity from light to completely mantled. To some extent, the somaclonal variation has been shown to be reversible, since in older trees normal flowers developed. Since the mantled flowers show a high frequency of fruit abortion, the commercial production of clonal planting material is restricted. Improvements in the composition of the culture media to further reduce the occurrence of flower abnormality and the application of early detection techniques for abnormality and related problems are currently being investigated
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Pada kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) jaringan daun muda digunakan sebagai eksplan pada proses in-vitro untuk mendapatkan kalus. Kalus yang tumbuh pada jaringan daun muda diperbanyak dan dipindahkan ke dalam media yang sesuai untuk menghasilkan embrio. Embrio yang sudah matang dipindah tanam dalam media bebas hormon untuk menumbuhkan pupus. Kemudian pupus dipisahkan dari kelompoknya dan ditumbuhkan akarnya untuk mendapatkan planlet. Selanjutnya planlet dipindahkan ke rumah kasa dan pembibitan. Dewasa ini 124 jenis klon unggul telah diperbanyak melalui teknik in-vitro dan telah dilakukan uji lapang dengan luas areal 1.532 ha. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa klon dapat beradaptasi dengan baik terhadap lingkungannya. Hasil pengamatan pada 65.069 klon menunjukkan bahwa sebanyak 5,6 persen mengalami variasi somaklonal yaitu berbunga mantel. Bunga mantel terdapat pada bunga betina maupun jantan dengan derajat ringan sampai berat. Jika bunga mantel derajat ringan hanya terdapat pada bunga betina saja, maka keadaan itu dapat berubah menjadi normal seiring dengan bertambahnya umur tanaman. Apabila bunga mantel terdapat pada bunga jantan, akan terjadi aborsi dan tanaman steril, sehingga menjadi hambatan untuk memproduksi klon secara komersial. Perbaikan komposisi media untuk mengurangi risiko munculnya bunga abnormal dan deteksi dini merupakan masalah yang sedang diteliti
اظهر المزيد [+] اقل [-]