[Processing of coconut sugar and nata de coco at farmer scales]
1998
Ghaban, L. | Maesuri (Direktorat Jendral Perkebunan, Jakarta (Indonesia)) | Rumini, W.
الأندونيسية. Pengembangan pengolahan gula kelapa dan sari kelapa skala petani yang dilakukan melalui Proyek Pengembangan Budidaya Perkebunan Rakyat (Tree Crops Smallholder Development Project) Direktorat Jendral Perkebunan mendapat pembiayaan dari Bank Dunia/IBRD dengan Loan No. 3464-IND. Dari 12 propinsi di bawah binaan proyek yang menanam komoditi kelapa dan karet, terdapat 9 propinsi yang menanam kelapa dengan luas 99.890 ha yang melibatkan 96.657 KK petani kelapa yang tersebar pada 39 UPP wilayah binaan proyek. Dari jumlah areal kelapa tersebut 50 persen telah berproduksi yaitu seluas 52.224 ha/50.241 KK. Pada tahun 1996/1997 kegiatan dikembangkan di Propinsi D.I. Aceh, Riau, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara yang masing-masing mendapat bantuan satu unit pengolahan gula kelapa dan satu unit pengolahan sari kelapa. Pengembangan selanjutnya pada tahun 1997/1998 dilakukan di Propinsi Riau, Maluku dan Kalimantan Barat. Hasil evaluasi menunjukkan pembuatan sari kelapa cukup baik, sedangkan adopsi pembuatan tungku TCSDP yang hemat energi dan waktu pemasakan nira yang lebih pendek belum banyak dilakukan petani, hal ini disebabkan keterbatasan dana. Pengolahan gula dan sari kelapa skala petani memberikan hasil yang cukup berarti dalam meningkatkan pendapatan petani sehingga perlu dikembangkan
اظهر المزيد [+] اقل [-]