The effect of stable manure on tomato culture technique in the dry land
1998
Nurtika, N. | Hidayat, A. (Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Bandung (Indonesia))
إنجليزي. The experiment was conducted at farmer's field, Pameungpeuk-Garut (West Java) on podzolic soil type (46 m above sea level) from July to November 1994. The objective of this experiment was to find out the most efficient of tomato culture technique in the dry land. Split-Plot Design was used with culture system as main plot which consisted of single row and double row planting while the sub plot was combination of varieties (TW-375, Intan, and Mutiara), and dosages of stable manure (7.5 and 15.0 t/ha). The results showed that with using TW-375 variety in double row system and stable manure 7.5 t/ha gave the best growth in terms of plant height, and plant diameter. While Intan and Mutiara variety planted in double row system and stable manure of 7.5 t/ha gave the highest yield in terms of total number of fruit (23.42 per plant) and fruit weight (26.53 kg/16.8 m or 11.05 t/ha) during the dry season in the dry land
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Penelitian dilaksanakan di kebun petani, Pameungpeuk-Garut (Jawa Barat) pada tanah podzolik, ketinggian tempat 46 m di atas permukaan laut, tipe iklim C, dari bulan Juli sampai Nopember 1994. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan teknik budidaya penggunaan pupuk kandang yang paling efisien di lahan kering. Rancangan percobaan yaitu Petak Terpisah dengan petak utama cara tanam: (1) baris tunggal dan (2) baris ganda; anak petak yaitu kombinasi varietas TW-375, Intan dan Mutiara, dengan dosis pupuk kandang 0; 7,5; dan 15 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara tanam baris ganda dengan menggunakan TW-375 dan pupuk kandang domba 7,5 t/ha memberikan pertumbuhan tanaman paling baik yaitu pada tinggi dan diameter tanaman. Cara tanaman baris ganda dengan menggunakan varietas Intan dan Mutiara dengan pupuk kandang domba 7,5 t/ha memberikan hasil yang lebih tinggi yaitu pada jumlah buah total (23,42 per tanaman) dan bobot buah (26,53 kg/16,8 m atau 11,05 t/ha) di musim kemarau pada lahan kering
اظهر المزيد [+] اقل [-]