Study on the use of bacteria as probiotic for microalgae culture of Skeletonema costatum
1998
Haryanti (Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol, Bali (Indonesia))
إنجليزي. Unsuccessfull microalgae culture has been argued caused by protozoa and pathogenic microorganism contamination. This fact could affect growth performance of microalgae. The use of bacteria as probiotic agent for culturing S. costatum was studied. The main purpose of this study was to improve the growth performance of microalgae. Isolate bacteria (code BY-9) isolated from the coastal waters in Gondol, Rhodopseudomonas 2-4, commercial probiotic and control (without probiotic inoculation) were used as probiotic agents in the culture of S. costatum in the laboratory. By using these bacteria, three treatments with different probiotics of bacteria were added into the microalgae culture with a density of 10 at the power of 5 cfu/mL and inoculated during logarithmic phase. The result revealed that probiotic BY-9 or Rhodopseudomonas 2-4 with density of 10 at the power of 5 cfu/mL could improve the growth performance of microalgae S. costatum, and higher density was obtained (2.5 x 10 at the power of 6 cell/mL). Cell performance of microalgae S. costatum was better than that of control
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Kontaminasi protozoa atau mikroorganisme patogen dalam biakan mikroalgae, mengakibatkan penurunan pertumbuhan dan keragaan sel serta memperpendek umur pertumbuhan. Penggunaan bakteri sebagai probiotik untuk memacu pertumbuhan telah diujikan dalam biakan Skeletonema costatum. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi sejauh mana pengaruh penggunaan probiotik dalam meningkatkan keragaan pertumbuhan mikroalgae khususnya S. costatum. Probiotik yang digunakan terdiri dari isolat yang diisolasi dari perairan Gondol (BY-9), isolat Rhodopseudomonas 2-4 dan isolat dari probiotik komersial. Dengan menggunakan isolat bakteri tersebut, dilakukan percobaan inokulasi bakteri ke dalam kultur S. costatum dengan kepadatan 10 pangkat 5 cfu/mL, sedangkan untuk kontrol tidak diinokulasikan bakteri. Wadah yang digunakan bak beton volume 4 m3. Inokulasi bakteri pada biakan mikroalgae dilakukan pada fase logaritmik. Masing-masing perlakuan diulang dua kali. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa inokulasi dengan probiotik BY-9 atau Rhodopseudomonas 2-4 dengan kepadatan 10 pangkat 5 cfu/mL, dapat meningkatkan pertumbuhan mikroalgae S. costatum. Kepadatan tertinggi yang dicapai sebesar 2,5 x 10 pangkat 6 sel/mL dengan keragaan sel mikroalgae S. costatum lebih baik
اظهر المزيد [+] اقل [-]