Survival of Alternaria porri (Ell.) Cif. on shallot leaf debris in the field in dry season
1998
Wiyono, S. | Yuliani, T.S. | Tondok, E.T. | Triwidodo, H. (Institut Pertanian Bogor (Indonesia). Fakultas Pertanian)
إنجليزي. The objective of the research was to study the survival of Alternaria porri in various burial depth periods under field condition in the dry season. The treatments were arranged as a factorial experiment in a randomized complete block design with two factors and four replications. The first factor was burial depth i.e. 0, 5, 15 and 25 cm, and the second factor was burial periods i.e. 0, 2, 4, 6, and 8 weeks. The infected leaves as much as 7 g was placed in the soil at particular depth. Survival of A. porri was determined by assessing conidia producing ability of leaf debris. Physical and microbiological properties of soil in the experimental field were also recorded. Burial depth and periods significantly affected the survival of A. porri, but there was no interaction between the two factors. The lowest survival of A. porri occurred at the burial depth of 25 cm, followed by the burying at 0, 15, and 5 cm. With respect to burial periods only the 8-week burial treatment in the dry season could reduce A. porri survival 50 fold, the ability of leaves debris in producing conidia remained high i.e. 10 at the power of 4 conidia/sample. The decreasing in survival of A. porri in infected leaf debris corresponded with the increase in soil water content and the abundance of total soil microorganism
اظهر المزيد [+] اقل [-]مجهول. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan hidup A. porri pada sisa daun bawang di lapangan dengan berbagai kedalaman dan periode pembenaman pada musim kemarau. Perlakuan disusun dengan rancangan faktorial dalam acak kelompok. Faktor pertama adalah kedalaman pembenaman terdiri dari empat tingkat yaitu 0, 5, 15 dan 25 cm. Sedangkan faktor kedua adalah lama pembenaman yaitu 0, 2, 4, 6 minggu. Setiap perlakuan diulang empat kali. Daun sakit sebanyak 7 gram diletakkan pada kedalaman dan lama pembenaman sesuai perlakuan. Ketahanan hidup A. porri ditentukan dengan mengukur kemampuan produksi konidia per contoh daun. Faktor fisik dan mikrobiologi tanah dari berbagai kedalaman dari lahan percobaan juga diukur. Kedalaman pembenaman dan periode pembenaman berpengaruh nyata terhadap ketahanan hidup A. porri (alpha=0,05). Tidak terdapat interaksi antara kedalaman dengan waktu pembenaman. Pembenaman yang memberikan penurunan ketahanan dari yang paling besar berturut-turut adalah 25, 0, 15 dan 5 cm. Hanya periode pembenaman 8 minggu secara nyata (alpha= 0,05) mengurangi ketahanan hidup A. porri. Walaupun lama pembenaman 8 minggu pada musim kemarau mengurangi kemampuan produksi konidia sekitar 50 kali tetapi kemampuan produksi konidia masih cukup tinggi yaitu 10 pangkat 4 konidia/contoh. Penurunan ketahanan hidup A. porri pada sisa-sisa daun sakit berhubungan dengan kadar air tanah dan kekayaan mikroorganisme yang ada. Penurunan ketahanan hidup A. porri makin cepat dengan peningkatan kadar air dan populasi mikroorganisme total
اظهر المزيد [+] اقل [-]