[Guidelines of agroclimatic zonation on oil palm commodity]
1997
Siregar, H.H. | Adiwiganda, R. | Poeloengan, Z.
الأندونيسية. Penyusunan pedoman pewilayahan agroklimat ini didasarkan kepada 1. perubahan iklim secara global yang diantaranya peningkatan rata-rata suhu udara yang akan merubah pola distribusi tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.), sehingga lahan yang sebelumnya tidak sesuai agroklimat (TSA) dapat berubah menjadi sesuai agroklimat (SA) atau sebaliknya, dan 2. perluasan perkebunan kelapa sawit di Indonesia masih bertendensi ke arah lahan yang kondisi iklimnya marjinal, mengingat luasan lahan yang sesuai agroklimat sudah semakin terbatas. Pewilayahan agroklimat pada lahan perkebunan kelapa sawit sangat diperlukan untuk menentukan tindakan kultur teknis yang tepat pada setiap lahan yang memiliki kondisi iklim tertentu. Pedoman ini selanjutnya akan menjadi bahan penyempurnaan pedoman evaluasi kesesuaian lahan agar lebih komprehensif, dan penilaian terhadap faktor iklim lebih diutamakan sebelum penilaian faktor lahan lainnya termasuk faktor tanah. Jika suatu hamparan lahan secara agroklimat tidak sesuai maka tidak perlu dilanjutkan evaluasi terhadap faktor lainnya, karena faktor iklim tidak mungkin dapat dirubah. Dalam pedoman ini dikemukakan empat komponen iklim yang mutlak terlebih dahulu dievaluasi adalah rata-rata curah hujan, rata-rata jumlah bulan kering, elevasi dan rata-rata lamanya penyinaran surya
اظهر المزيد [+] اقل [-]