Utilization of triple superphosphate (TSP) and superphosphate (SP)-36 fertilizers on garlic in highland of Ciwidey
1999
Hilman, Y. | Suwandi | Rosliani, R. (Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang (Indonesia))
إنجليزي. The efficiency of using P fertilizers on garlic is low. One of the alternatives to increase the efficiency is by the utilization of SP-36 fertilizer. Experiment was conducted at farmer's field at Ciwidey, West Java. The altitude was 1400 m a.s.l. with Andosol soil type. The objectives of this research were to find out the most efficient rate of phosphate fertilizer and to study how far SP-36 fertilizer could increase bulb yield as well as the change of soil chemical properties in the cultural practises of garlic. The treatments consisted of 4 dosage levels each of TSP and SP-36. Result of the experiment showed that SP-36 and TSP fertilizers at all rates tested did not influence plant height, leaf number, dry weight and fresh weight of garlic plant nor increase the total N, P, and K uptakes. The highest increase in total yield occured at the rate of 250 kg/ha TSP. However, the most efficient rate was 150 kg/ha SP-36. Utilization of TSP slightly increased soil pH, but SP-36 tended to decrease soil pH. Soil P availability can be improved by increasing TSP and SP-36 dosage
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Efisiensi penggunaan pupuk fosfat pada bawang putih tergolong rendah. Salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk fosfat adalah penggunaan pupuk SP-36 (Superfosfat 36). Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani bawang putih di dataran tinggi Ciwidey Kabupaten Bandung (1.400 m d.p.l) dengan tipe tanah andosol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan sumber dan dosis fosfat yang paling efisien dan untuk mempelajari seberapa jauh pupuk SP-36 dapat mempertahankan hasil umbi serta perubahan ciri kimia tanah pada budidaya bawang putih. Perlakuan terdiri dari dua jenis pupuk fosfat yakni TSP dan SP-36 yang dikombinasikan dengan empat taraf dosis pemupukan fosfat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak Kelompok dengan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk SP-36 dan TSP pada berbagai dosis tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering, dan berat basah tanaman bawang putih dan tidak juga meningkatkan serapan nitrogen, fosfor, dan kalium total. Hasil umbi total bawang putih tertinggi terjadi pada sumber fosfat yang berasal dari TSP dengan dosis 250 kg/ha, tetapi tidak berbeda nyata dengan pupuk fosfat yang berasal dari SP-36. Dengan demikian, pupuk fosfat yang berasal dari SP-36 dengan dosis 150 kg/ha merupakan penggunaan pupuk fosfat yang paling efisien. Peningkatan dosis TSP sedikit meningkatkan pH tanah, sebaliknya peningkatan dosis SP-36 cenderung memasamkan tanah. Makin tinggi dosis TSP dan SP-36 yang digunakan makin tinggi pula P-tersedia di dalam tanah
اظهر المزيد [+] اقل [-]