[The extraction of protease from waste of tuna fish]
1998
Suptijah, P. (Institut Pertanian Bogor (Indonesia). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)
الأندونيسية. Diversifikasi produk hasil perikanan dapat terpacu dengan adanya peningkatan kemajuan teknologi pengolahan hasil perikanan, dalam hal ini selain jenis produk, maka mutu produkpun semakin dituntut lebih baik pula. Mengingat Indonesia merupakan negara penghasil komoditi perikanan yang cukup berpotensi, alangkah pentingnya peningkatan iptek yang dapat meningkatkan produksi olahan hasil perikanan, diantaranya dibidang produk-produk fermentasi, yang sampai saat ini masih memerlukan waktu yang cukup panjang dan juga mutunya yang masih perlu ditingkatkan agar dapat bersaing di pasaran global. Penggunaan enzim protease sebagai pemicu waktu proses fermentasi hasil-hasil perikanan, merupakan salah satu alternatif yang perlu dikembangkan, mengingat hasil yang diperolehnya dapat lebih baik mutunya disamping waktu prosesnya lebih singkat. Enzim protease dapat diekstrak dari limbah hasil perikanan, yaitu jeroan ikan-ikan besar yang berpotensi sebagai sumber enzim, sehingga dapat dikatakan penelitian ini sebagai upaya pemanfaatan limbah untuk peningkatan mutu produk dan metode proses pengolahan hasil-hasil perikanan, bahkan diharapkan dari segi higienisnya pun dapat diandalkan serta menghasilkan penampakan produk yang lebih menarik. Dalam penelitian ini dilakukan dua tahap pengerjaan: tahap pertama yang merupakan tahap pengadaan enzim protease dengan metode ekstraksi jeroan ikan tuna, kemudian tahap kedua ekstrak yang diperoleh diuji aktivitasnya serta mutunya. Adapun metode ekstraksi yang digunakan yaitu metode yang telah dilakukan oleh Green (1972). Dengan penggunaan buffer fosfat sebagai upaya untuk mengkondisikan medium ekstraksi, dengan bantuan homogenizer enzim akan terekstrak dan menyatu dengan buffer tadi, dan dengan bantuan penyaringan yang dilanjutkan dengan sentrifuge, enzim akan terpisah dari jaringan jeroan ikan, sehingga diperoleh ekstrak enzim yang masih mengandung larutan buffer, berwarna jernih kecoklatan. Dengan bantuan evaporator, campuran ekstrak dapat dipekatkan sampai mencapai rendemen 25 persen volum sampel awal. Dari hasil yang diperoleh terbukti bakwa ekstrak kasar enzim sudah menunjukkan aktivitas yang cukup baik. Berarti ekstrak kasar ini dapat langsung digunakan tanpa pemurnian, walaupun kemungkinan hasilnya belum dapat menunjukkan produk yang optimum. Sehingga perlu pemurnian untuk memperoleh hasil yang optimum
اظهر المزيد [+] اقل [-]