Optimizing clone productivity by exploitation system
1998
Junaidi, U. | Kuswanhadi (Pusat Penelitian Karet, Medan (Indonesia))
إنجليزي. Production potential of hevea clones depends on environment, plant management and kind of clone. In an appropriate environment and associated with good management production potential of hevea clone could be obtained. Inversely, when the management is bad, plant production will be low and production potential of clones can not be realized. There are some recommended hevea clones which have various production potential. Grouping of these clones according to its physiological characteristics of growth and production will be valuable. Growth rate of tree, DRC of latex, and other content of latex can be used as indicator to optimize plant production. A high growth rate, high DRC, and high sucrose content show a possibility to apply higher exploitation intensity to get higher production. Tapping system combined with stimulation can be applied selectively according to clone characteristics. Thus, optimum production can be obtained by certain exploitation system without giving negative effects to plant. Increasing stimulation frequency or stimulant concentration can be used in the effort to optimize production. Due to different effects or responses of stimulants to each clone stimulation treatment will be effective only if applied to highly responsive clones. Besides, stimulation is only effective in a certain range to a clone, so that only at this range it will be profitable. Stimulation should be used carefully because over stimulation will give adverse effect to plant and indicated by the increasing trend of TPD intensity. In addition overstimulation will increase cost and unprofitable in the long run. Grouping hevea clones according to its physiological characters is very important and valuable. A different exploitation system should be applied to each group, so that potential production of each clone can be obtained. Recommended exploitation system should be evaluated annually based on physiological state of the tree, so the 'under' or 'over' exploitation can be avoided. As the result maximum profit will be obtained
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Potensi produksi klon bergantung pada lingkungan tumbuh, manajemen produksi dan jenis klon. Pada lingkungan tumbuh yang tepat dan disertai manajemen produksi tanaman yang baik, potensi produksi tanaman akan terealisasi. Sebaliknya jika manajemen produksi kurang memadai, produksi tanaman akan rendah dan potensi produksi tanaman tidak terwujud. Klon anjuran terdiri atas beberapa klon yang mempunyai potensi pertumbuhan dan produksi yang beragam. Pengelompokan klon berdasarkan sifat-sifat fisiologis yang berkaitan dengan pertumbuhan dan produksi tanaman sangat bermanfaat. Laju pertumbuhan tanaman, lilit batang, kadar karet kering dan kandungan bahan lainnya dalam lateks dapat digunakan sebagai petunjuk dalam usaha mencapai optimasi produksi tanaman. Laju pertumbuhan tanaman yang tinggi, kadar karet kering yang tinggi, dan kadar sukrosa yang tinggi memungkinkan tanaman disadap lebih berat sehingga produksi yang lebih tinggi dapat diperoleh. Sistem eksploitasi dapat diterapkan secara selektif sesuai dengan sifat-sifat klon. Dengan demikian produksi optimum dapat dicapai dengan suatu sistem eksploitasi tertentu tanpa merugikan kesehatan tanaman. Peningkatan frekuensi stimulasi atau konsentrasi stimulan dapat dilakukan dalam upaya mencapai optimasi produksi tanaman. Karena setiap satuan stimulasi memberikan efek yang berbeda pada jenis klon yang berbeda, maka perlakuan stimulasi hanya akan efektif pada klon-klon yang responnya tinggi terhadap stimulasi. Di samping itu, pada suatu klon tertentu sampai batas-batas yang masih efektif, stimulasi akan menguntungkan. Penggunaan stimulasi harus dilakukan dengan hati-hati. Pemberian stimulan yang berlebihan akan merugikan kesehatan tanaman yang ditandai oleh meningkatnya intensitas TPD. Stimulasi berlebihan akan meningkatkan biaya eksploitasi dan tidak menguntungkan dalam jangka panjang. Pengelompokan klon anjuran berdasarkan sifat fisiologisnya sangat penting dan bermanfaat. Sistem eksploitasi yang berbeda perlu diterapkan untuk kelompok klon yang berbeda, sehingga produksi yang optimum dari masing-masing klon dapat dicapai. Rekomendasi sistem eksploitasi sebaiknya dievaluasi secara periodik didasarkan pada kondisi fisiologis tanaman. Dengan demikian kondisi 'under' atau 'over' eksploitasi dapat dihindari dan keuntungan maksimum dapat diperoleh
اظهر المزيد [+] اقل [-]