Soil properties under six coconut cropping systems
1999
Tarigans, D.D. (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan, Bogor (Indonesia))
إنجليزي. There were a number of factors causing differences in coconut growth and soil properties under field condition. To cope with the existing variation farming system in relation to soil properties, six coconut farming systems with four species of perenial crops as intercrop (s) namely banana, papaya, coffee and pineapple were conducted understudy. The objectives of the study were to study soil chemical and physical properties and nutrient element content in the coconut leave under various coconut cropping systems. Six coconut farming system as used for the study namely (1) coconut (control), (2) coconut + pineapple, (3) coconut + coffee, (4) coconut + papaya + pineapple, (5) coconut + banana + coffee, and (6) coconut + banana + papaya + coffee + pineapple. Total area for each system is 0.5 ha. Data on leaf analysis parameters, soil chemical properties and soil physical parameters, were statistically analyzed in randomized complete block design (RCBD) with three replications. The organic matter, pH and cation exchange capacity of the soils did not differ significantly with cropping pattern, although intensively cropped farm tended to have higher organic matter and cation exchange capacity values. Nitrogen, phosphorus and potassium were also significantly higher in intercropped farms but calcium and magnesium did not vary significantly. While moisture content, water holding capacity, bulk density of the soil did not show significantly difference with cropping patterns. Leaf nitrogen and calcium increased while potassium decreased with intensity of cropping. Phosphorus and magnesium showed no definite trend. Leaf nitrogen, phosphorus and calcium were all positively correlated with soil nitrogen but soil phosphorus was weakly correlated with all nutrient element in the leaf. The exchangeable potassium in the topsoil was positively and insignificantly with nitrogen, potassium and calcium but negatively insignificantly with phosphorus and magnesium concentration in coconut leaf. While the exchangeable calcium in the subsoil was significantly and positively correlated with nitrogen in the leaf but negatively correlated with potassium
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Pada kondisi lapang, beberapa faktor dapat mempengaruhi sifat-sifat tanah dan pertumbuhan tanaman kelapa dalam areal pertanaman kelapa campuran. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh tersebut dilakukan penelitian secara terencana dengan memilih pertanaman kelapa campuran dengan tanaman sela tahunan yaitu pisang, pepaya, kopi dan nenas. Pola tanam kelapa yang diteliti, dipilih pada areal perkebunan kelapa rakyat produktif (berumur 40 tahun) serta tanaman sela yang homogen, dan tingkat pemeliharaan yang sama. Enam pola tanam kelapa ditetapkan dalam studi ini berturut-turut (1) kelapa monokultur (kontrol), (2) kelapa + nenas, (3) kelapa + kopi, (4) kelapa + pepaya + nenas, (5) kelapa + pisang + kopi, dan (6) kelapa + pisang + pepaya + kopi + nenas, masing-masing pola seluas 0.5 ha. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi sifat-sifat kimia dan fisika tanah dan unsur hara daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan bahan organik, pH, dan kapasitas tukar kation tanah tidak dipengaruhi oleh pola tanaman kelapa namun memiliki tendensi bahwa semakin intensif pola tanaman kelapa akan meningkatkan kandungan bahan organik dan kapasitas tukar kation tanah. Kandungan nitrogen, fosfat (P2O5), dan kalium dalam tanah meningkat dengan adanya pola tanam campuran namun tidak mempengaruhi kandungan kalsium dan magnesium tanah. Dalam pada itu, kelembaban tanah (moisture content), kapasitas memegang air (water holding capacity), dan bobot isi tanah tidak dipengaruhi secara nyata. Kandungan nitrogen dan kalsium dalam daun kelapa bertambah sedang unsur kalium menurun dengan meningkatnya intensitas pola tanam kelapa. Fosfor dan magnesium tidak menunjukkan pola yang jelas. Kandungan nitrogen, fosfor dan kalsium dalam daun berkorelasi positif dengan nitrogen dalam tanah, namun fosfat dalam tanah memiliki korelasi yang lemah dengan semua unsur hara daun. Kandungan kalium (K2O) pada lapisan olah tanah (topsoil) mempunyai korelasi positif dan tidak nyata dengan nitrogen, kalium, dan kalsium, namun berkorelasi negatif dengan fosfor dan magnesium dalam daun kelapa. Sedang kalsium pada subsoil mempunyai korelasi yang positif dan nyata dengan nitrogen dalam daun namun berkorelasi negatif dengan kalium
اظهر المزيد [+] اقل [-]