Scenarios of global climate change and its impact on the potency of lowland rice yields in Sukamandi and Cianjur
1998
Rejekiningrum, P. | Amien, I. (Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat, Bogor (Indonesia))
إنجليزي. Improvement of accuracy in planning and managing rice field requires a model that is able to predict variability and crop yield potential. Using modelling and simulation technique various components can be integrated directly in predicting crop yield potential. This research is a regional approach case study using crop growth of Decision Support System for Agrotechnology Transfer to predict the effects of climate change on crop yield potential productivity. Preventive action to control climate changing can be taken by forecasting future climates using General Circulation Models. There are three main General Circulation Models: Geophysical Fluid Dynamics Laboratory, Goddard Institute for Space Studies, and United Kingdom Meteorological Office. Simulated climate change indicates that increasing greenhouse gasses from 330 ppm to 555 ppm carbon dioxide will increase solar radiation, maximum temperature, minimum temperature, and precipitation. Compared to the condition in the 1970-1990 decades, the change in climate condition in the decades of 2010, 2030 and 2050 will drastically reduce rice grain yield as well as the biomass
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Peningkatan ketepatan dalam perencanaan dan pengelolaan pertanaman padi memerlukan suatu model yang dapat menduga keragaman dan potensi hasil tanaman. Dengan teknik simulasi dan modeling, berbagai komponen tersebut dapat diintegrasikan secara langsung dalam menentukan potensi hasil tanaman. Tulisan ini merupakan studi kasus pendekatan wilayah menggunakan model pertumbuhan tanaman Decision Support System for Agrotechnology Transfer, untuk menduga dampak perubahan iklim terhadap potensi hasil (produktivitas) tanaman padi. Tindakan preventif terhadap dampak perubahan iklim dan cuaca setidaknya dapat dilakukan apabila kondisi iklim dan cuaca masa datang dapat diduga. Untuk menduga kondisi iklim di masa datang digunakan model simulasi General Circulation Models. Tiga model yang terandal sampai saat ini adalah model Geophysical Fluid Dynamics Laboratory, Goddard Institute for Space Studies, and United Kingdom Meteorological Office. Simulasi model perubahan iklim menunjukkan bahwa dengan meningkatkan gas-gas rumah kaca di atmosfer dari 330 ppm menjadi 555 ppm karbon dioksida akan mengakibatkan peningkatan radiasi neto, suhu maksimum, dan suhu minimum. Oleh sebab itu peningkatan karbon dioksida di atmosfer diperkirakan akan mengakibatkan terjadinya perubahan kondisi iklim pada dekade 2010, 2030, dan 2050 dibandingkan dengan kondisi awal pada dekade 1970-1990, yang pada akhirnya cenderung akan menurunkan potensi hasil dan kandungan biomassa tanaman sampai dekade 2050
اظهر المزيد [+] اقل [-]