[Potential and utilization of Alabio duck feather in South Kalimantan (Indonesia)]
1999
Widjaja, E. | Ahmad, S.N. (Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi, Banjarbaru (Indonesia))
الأندونيسية. Bulu itik merupakan limbah pemotongan itik yang mempunyai nilai ekonomis namun informasi pemanfatannya di Kalimantan Selatan belum ada. Oleh karena itu dilakukan kegiatan pengkajian mengenai potensi dan pemanfaatan bulu itik di Kalimantan Selatan. Survei untuk menjaring data dilaksanakan di 4 Kabupaten (Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Banjar) terdapat 68 responden untuk mengetahui pemotongan, pemanfaatan dan pemasaran serta jalur tataniaga bulu itik Alabio. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa jalur tataniaga bulu itik di Kalimantan Selatan bertingkat dimulai dari pemotongan itik, pencabutan bulu, usaha pencampuran, pengumpul kecil, pengumpul besar dan eksportir. Surabaya merupakan pangsa pasar dengan pengiriman 3.3 ton/bulan untuk diekspor ke Taiwan. Sumbangan pendapatan bagi pengumpul kecil Rp. 900 - Rp. 1250/Kg bulu kawul, sedangkan pengumpul besar mendapat gaji dari eksportir Rp. 250.00/bulan. Untuk mengetahui teknik pencabutan bulu yang lebih efisien, produksi bulu, persentase jenis-jenis bulu dan cara menghilangkan bulu halus sisa pencabutan, pengkajian dilaksanakan di laboratorium terhadap 96 sampel itik (jantan muda, jantan dewasa dan betina tua masing-masing 32 ekor). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa berat bulu cabut basah (45,76 g/ekor) tidak berbeda nyata (P lebih besar dari 0,05) dengan berat bulu cabut kering (48,98 g/ekor), namun waktu untuk cabut basah 15 menit/ekor dan cabut kering 20 menit/ekor. Produksi bulu itik dewasa (55,36 g/ekor) berbeda sangat nyata (P lebih kecil dari 0,01) dengan itik betina tua (36,67 g/ekor) dan tidak berbeda nyata dengan itik jantan muda (47,08 g/ekor). Hasil sortasi bulu cabut basah didapatkan jenis bulu keras, bulu I (bulu kasar), bulu II (agak kasar), bulu halus (DF) dan bulu yang hilang berturut-turut 25,22 persen; 34,49 persen; 29,34 persen; 6,49 persen; dan 3,25 persen sedangkan untuk cabut kering 20,72 persen; 31,83 persen; 28,69 persen; 6,53 persen dan 12,23 persen. Produksi bulu yang dapat diekspor rata-rata 69,18 persen dari total produksi. Bulu halus dapat dihilangkan dengan mencelupkan itik kedalan cairan malam untuk membatik 68 persen, arpus 30 persen dan lemak sapi 2 persen pada suhu 50 derajat C selama 10 detik
اظهر المزيد [+] اقل [-]