[Ameliorant application for increasing upland rice production in wet climate dry land in South Kalimantan (Indonesia)]
1999
Chairuddin | Isdijanto | Indrayati, L. (Balai Penelitian Tanaman Pangan Lahan Rawa, Kalimantan (Indonesia))
الأندونيسية. Potensi lahan kering di Kalimantan Selatan sekitar 1,535 juta ha, 535,324 ha diantaranya sangat potensial untuk pengembangan padi gogo di lahan kering. Usaha untuk meningkatkan produksi padi gogo di lahan kering masam beriklim basah tanah podsolik merah kuning (PMK) dihadapkan pada beberapa kendala antara lain kahat hara, kandungan bahan organik dan KTK tanah rendah, kejenuhan alumunium yang tinggi dan tingkat erosi yang tinggi. Kandungan bahan organik yang rendah kurang dari 3 persen akan menyebabkan daya pegang air dan pupuk anorganik oleh tanah rendah, serta kemampuan menetralisir unsur-unsur yang meracuni tanaman (Al, Fe dan Mn) juga rendah. Tanaman padi gogo yang dibudidayakan pada kondisi demikian sangat rentan terhadap cekaman kekeringan, keracunan Al sehingga hasilnya rendah. Pemberian kapur dan pupuk organik sebagai amelioran dapat berfungsi selain meningkatkan daya pegang air oleh tanah, nilai KTK, sekaligus dapat berfungsi sebagai sumber hara dan penetralisir unsur-unsur beracun bagi tanaman. Hasil penelitian budidaya padi gogo di lahan kering masam menunjukkan bahwa pemberian bahan amelioran (kapur, pupuk kandang, pupuk hijau dan limbah panen) dapat meningkatkan hasil padi gogo. Untuk memperoleh hasil padi gogo yang lebih tinggi, maka pemberian amelioran tersebut harus disesuaikan dengan kondisi lahan. Dengan menerapkan teknologi amelioran yang tepat lahan, diharapkan produktivitas padi gogo di lahan kering masam dapat lebih ditingkatkan, sehingga mampu memberikan kontribusi yang nyata terhadap upaya peningkatan produksi pangan nasional
اظهر المزيد [+] اقل [-]