Nutritional evaluation of hominy as poultry feed
1998
Kompiang, I P. | Supriyati (Balai Penelitian Ternak, Bogor (Indonesia))
إنجليزي. A series of chemical, biological assay and growth trials were conducted to determine the nutritive value of hominy, relative to corn. The crude protein, ash, NDF and ADF content of hominy were 10.25 percent, 2.10 percent, 19.10 percent and 4.70 percent respectively, and are higher than the corn level, 8.5 percent, 0.40 percent, 2.30 percent and 1.90 percent respectively. While its fat (3.20 percent) and metabolize energy (3,020 kcal/kg) contents were lower than the corn level 4,40 percent and 330 kcal/kg. Seven hundred DOC broilers of commercial strain were used for growth trial for 42 days. The birds were divided into 5 treatments group with 4 replications (35 bird/replicate). Experimental rations, starter and finisher, were formulated with graded levels of hominy on the expense of corn (A = 0 percent, B = 33.3 percent, C = 50 percent, D = 66.6 percent and E = 100 percent) with similar level of crude protein and metabolize energy. Feed consumption was not affected (P0.05) by the treatments, however body weight gain (BWG) and feed conversion ratio (FCR) were both significantly (P0.05) affected by the treatments. Body weight of treatment A (1,712 g) was similar to treatment B (1,683 g) and C (1,682 g) but significantly (P0.05) higher than treatment D (1,598 g) and E (1,570 g). Feed convertion ratio of treatment A (2.17) was similar to the treatment B (2.26) but significantly better (P0.05) than treatment C (2.30), D (2.36) and E (2.39). Carcass quality was not affected by the treatments except for the shank color, where treatment A (7.38) was significantly yellower than the other treatments (B
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Serangkaian analisis kimia, evaluasi biologis dan uji pertumbuhan telah dilakukan untuk menentukan nilai nutrisi dari homini dibandingkan dengan jagung. Kandungan protein kasar, abu, NDF dan ADF dari homini masing-masing adalah 10,25 persen, 2,10 persen, 19,10 persen dan 4,70 persen, dan lebih tinggi daripada jagung, yaitu 8,50 persen, 0,40 persen, 2,30 persen dan 1,90 persen, sedangkan kandungan lemak dan energi metabolis dari homini, masing-masing 3,20 persen dan 3.020 kcal/kg lebih rendah dari jagung, 4,40 persen dan 3.330 kcal/kg. Pada uji pertumbuhan, digunakan 700 ekor ayam pedaging galur komersil umur satu hari yang dibagi dalam lima kelompok dengan empat ulangan (35 ekor/ulangan) perlakuan ransum, selama 42 hari. Ransum percobaan, starter dan finisher, disusun dengan berbagai tingkatan homini dengan menggantikan jagung (A = 0 persen, B = 33,3 persen, C = 50,0 persen, D = 66,6 persen dan E = 100 persen) dengan kandungan protein kasar dan energi metabolis yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi ransum tidak dipengaruhi oleh tingkatan homini dalam ransum. Pertambahan bobot badan (PBB) dan konversi pakan (FCR) secara nyata dipengaruhi oleh perlakuan. Pertambahan bobot badan perlakuan A (1.712 g) tidak berbeda dengan perlakuan B (1.683 g) dan perlakuan C (1.682 g), namun secara nyata (P0,05) lebih baik daripada perlakuan D (1.598 g) dan E (1.570 g). FCR perlakuan A (2,17) tidak berbeda dengan perlakuan B (2,26), tetapi berbeda nyata (P0,05) dengan perlakuan C (2,30), D (2,36) dan E (2,39). Kualitas karkas tidak dipengaruhi oleh perlakuan kecuali pada warna kaki yang dalam hal ini perlakuan A (7,38) secara nyata (P0,01) lebih cerah daripada perlakuan lainnya (B 2,50, C 2,75, D 1,75 dan E 1,0). Dari percobaan ini disimpulkan bahwa homini mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi daripada jagung, namun kandungan energi metabolisnya lebih rendah, dan hanya dapat digunakan menggantikan jagung sampai dengan 33,3 persen tanpa mempengaruhi kinerja ayam tersebut
اظهر المزيد [+] اقل [-]