[Efficient and environment friendly cultivation technique for improvement of productivity and quality of pepper]
1999
Zaubin, R. | Hidayat, T. | Yuhono | Manohara, D.
الأندونيسية. Lada merupakan salah satu jenis rempah yang cukup penting dibandingkan rempah lainnya, baik ditinjau dari peranannya sebagai penyumbang devisa negara maupun kegunaannya yang khas dan tidak dapat digantikan dengan jenis rempah lainnya. Lada yang diperdagangkan secara internasional pada umumnya berupa lada hitam dan lada putih. Lada hitam menguasai 80 persen pangsa pasar dan sisanya sekitar 20 persen dikuasai oleh lada putih. Indonesia merupakan negara terbesar penghasil lada putih disusul oleh Malaysia, Brazil, dan Cina. Harga lada di pasar lokal pernah mencapai Rp. 75.000/kg untuk lada putih dan Rp. 44.250/kg untuk lada hitam yaitu pada bulan Juli 1998. Sedang pada akhir bulan Juni 1999, harga lada putih di Bangka adalah Rp. 33.750/kg dan lada hitam di Lampung Rp. 24.000/kg sebagai akibat menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Lada merupakan tanaman tahunan yang merambat, dan untuk dapat tumbuh normal diperlukan tegakan hidup atau tegakan mati. Selain di Lampung, pertanaman lada umumnya diusahakan dengan tegak mati. Tegakan mati yang umum digunakan adalah kayu mendaru (Urandra cormculata Foxn) atau melagir (Shorea balangeran Burcle) yang dapat bertahan sampai 60 tahun. Saat ini harga kayu tersebut cukup mahal (Rp 8000/batang), akibatnya petani banyak yang memilih jenis kayu yang relatif murah (Rp 3000/batang) yang hanya bertahan selama 5-6 tahun. Budidaya dengan tegakan mati sebenarnya mencirikan suatu budidaya yang intensif dengan input yang tinggi. Namun karena kondisi perekonomian yang masih lemah, petani tidak dapat memenuhi baku teknis kebutuhan tanaman lada. Pada umumnya pertanaman lada yang ada, kondisinya relatif lemah, mudah terserang hama dan penyakit dan rata-rata produksinya hanya 1121 kg/ha. Berdasarkan hasil penelitian, ternyata tanaman lada membutuhkan 50-75 persen intensitas cahaya matahari dan kurang baik dibudidayakan dengan tegakan mati. Teknik budidaya lada yang akan diperkenalkan ini mempergunakan tegakan hidup yaitu pohon dadap cangkring (Erythrina fusca Lour). Selain biaya investasinya cukup rendah, tegakan dadap mempunyai beberapa keuntungan lain, seperti dapat mengurangi pemakaian pupuk anorganik (akar tanaman dadap hidup, mikroba-mikroba yang bermanfaat untuk tanaman lada, bersifat ramah lingkungan (dapat mengkonservasi tanah dan air), sedangkan produksinya lebih tinggi dibandingkan dengan tegakan mati. Perbandingan nilai NPV lada dengan tegakan hidup dan mati masing-masing adalah Rp 30.883.100 dan Rp 7.891.300, B/C rasio = 1,55 dan 1,22 serta IRR 50 persen dan 20,35 persen. Pada era globalisasi, lada menjadi semakin kompetitif karena besarnya penawaran kurang lebih seimbang dengan permintaan, di samping itu persyaratan negara-negara konsumen menjadi semakin ketat, terutama dalam jaminan mutu, kebersihan, dan kesehatan. Saat ini pengolahan lada di tingkat petani belum sepenuhnya memperhatikan persyaratan negara konsumen. Untuk itu perlu dilakukan langkah perbaikan pengolahan lada. Balittro memperkenalkan alat pengolahan yang terdiri dari alat perontok, pengupas, dan pengering lada. Alat perontok dan pengupas lada terdiri dari dua macam yaitu digerakkan dengan tenaga manusia atau listrik. Alat perontok berfungsi untuk memisahkan buah lada dari tangkainya, dapat digunakan untuk pengolahan lada hitam maupun lada putih. Alat pengupas berfungsi untuk memisahkan kulit buah lada dari bijinya dalam pengolahan lada putih. Biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi lada putih dengan mempergunakan serangkaian alat tersebut adalah Rp 100,42/kg, sedangkan untuk lada hitam Rp 66,33/kg. Biaya tersebut lebih rendah dibandingkan cara tradisional (Rp 209,50/kg untuk lada putih dan Rp 100,60/kg untuk lada hitam). Keuntungan yang diperoleh antara lain produk lada lebih higienis dan dapat memenuhi syarat yang diminta negara konsumen. Keuntungan lain dengan mempergunakan alat, akan diperoleh hasil samping berupa tangkai dan kulit lada yang dapat diolah untuk menghasilkan minyak atsiri
اظهر المزيد [+] اقل [-]