Effect of KS, AS, and urea compositions and N-dosages on quality of besuki cigar tobacco
2000
Sholeh, M. | Rachman, A. | Machfudz (Balai Penelitian Tembakau dan Tanaman Serat, Malang (Indonesia))
إنجليزي. The experiment was conducted on loamy soil at Ajung, Jember from June 1999 to March 2000. The objective was to study the effect of Kalk Salpeter (KS), ammonium sulphates (AS), and urea compositions and N-dosages on quality of besuki cigar tobacco. The treatment consisted of two factors i.e. fertilizer composition and N dosages. The first factor was 5 levels of fertilizer composition, i.e. KS; KS (50 percent) + AS (50 percent); AS; KS (50 percent) + urea; and urea. The second factor was 3 level of N-dosages, i.e. 60, 90 and 120 kg N/ha. The treatments were arranged in factorially randomized block design with 3 replications. Planting space was double row (100+70) cm x 40 cm with a population of 168 plants per plot. Results showed that AS or urea as side dressing fertilizer was not significantly different from KS fertilizer on the percentage of wrapper (dekblad) and binder (omblad) quality, leaf thickness, and burning capacity. But especially on organoleptic AS or urea as side dressing fertilizer decreased organoleptic quality, i.e. the taste was bitter and irritating, less aromatic, bad smell, ash color changed from white to black, and decreased ash resistance. All of those characteristics were not desirable in cigar factory. Based on organoleptic quality we suggest the following: (1) AS and urea should be used as a starter only not as side dressing fertilizer, (2) KS fertilizer still perform the best result, (3) recommended N-dosage was 60 kg N/ha
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi pupuk Kalk Sapeter (KS), ZA, dan urea, serta dosis N terhadap mutu tembakau besuki NO, telah dilakukan di Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, mulai bulan Juni 1999 sampai Maret 2000. Perlakuan terdiri atas dua faktor yaitu komposisi pupuk dan dosis N. Lima komposisi pupuk, yaitu KS; KS (50 persen) + ZA (50 persen); ZA; KS (50 persen) + urea (50 persen); dan urea. Tiga dosis N, yaitu 60, 90 dan 120 kg N/ha. Kelimabelas kombinasi perlakuan ini disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan. Analisis data menggunakan metode deskriptif pada masing-masing faktor. Varietas yang digunakan adalah H 382. Jarak tanam (100+70) cm x 40 cm (double row) dengan populasi 168 tanaman per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk ZA atau urea sebagai pupuk susulan relatif sama dengan pupuk KS pada aspek mutu pembalut (dekblad) dan pembungkus (omblad), ketebalan daun, dan daya bakar. Namun penggunaan pupuk ZA atau urea baik separuh ataupun seluruhnya sebagai pupuk susulan dapat menurunkan mutu organoleptik dibanding pupuk KS, yaitu dapat meningkatkan sifat rasa pahit/getir, iritasi/nyegrak ringan, kurang aromatis, bau rumput/langu, warna abu berubah dari putih ke arah hitam, dan kerontokan abu yang tidak dikehendaki oleh konsumen. Berdasarkan mutu organoleptik, menunjukkan bahwa (1) pupuk ZA dan urea masing-masing hanya sebagai pupuk starter dan tidak dianjurkan sebagai pupuk susulan; (2) pupuk susulan yang terbaik adalah pupuk KS yang selama ini telah berkembang; (3) dosis pupuk N optimal adalah 60 kg N/ha
اظهر المزيد [+] اقل [-]