[Effect of fruit wrapped on the production and quality of some banana varieties]
2000
Bachrein, S. | Rufaidah, V.W. | Soejitno, E.
الأندونيسية. Jumlah bercak (scab) pada kulit buah pisang yang diakibatkan oleh serangan hama thrips dapat menurunkan kualitas dan harga jual baik di pasar lokal maupun internasional. Pengendalian hama thrips tersebut dapat dilakukan antara lain pembrongsongan buah pisang sejak seludang sisir pertama mekar hingga panen dan penyuntikan batang pisang. Penelitian pengaruh pembrongsongan buah pisang terhadap produksi dan kualitas buah pisang telah dilaksanakan selama 4 tahun (tahun 1994/1995-1997/1998) di Cikelet, Garut. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan petak terpisah (Split Plot Design) dengan empat ulangan. Sebagai petak utama adalah varietas pisang Cavendish yaitu: C-36, C-57, C-59, dan C-60. Sedangkan anak petak adalah pengendalian hama thrips: pembrongsongan, penyuntikan insektisida, dan kontrol (tanpa pengendalian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat varietas Cavendish yang diuji ternyata C-36 berdasarkan rata-rata 3 tahun penelitian, merupakan tanaman pisang yang tertinggi (178,8 cm) dengan lingkar batang yang terbesar (48,7 cm), sedangkan varietas C-59 adalah yang terendah (102, cm) dan lingkar batang yang terkecil (45,1 cm). Untuk berat/buah dan berat tandan, C-60 adalah yang tertinggi, yaitu masing-masing 100,3/buah dan 12,6 kg/tandan. Pembrongsongan buah pisang selain dapat meningkatkan berat/buah maupun per tandan, juga dapat menurunkan serangan hama thrips. Pembrongsongan, penyuntikan, dan kontrol masing-masing memberikan rata-rata berat/buah sebesar 99,6 g, 85,4 g, dan 89,4 g, dan berat/tandan sebesar 1,9 kg, 11,3 kg, dan 11,5 kg. Pembrongsongan mampu menurunkan serangan hama thrips sebesar 68,4 persen dan 62,5 persen masing-masing dibandingkan dengan kontrol dan penyuntikan basudin
اظهر المزيد [+] اقل [-]