Method development of aflatoxin M1 analysis by Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA)
2000
Rachmawati, S. | Priadi, A. | Yusrini, H. (Balai Penelitian Veteriner, Bogor (Indonesia))
إنجليزي. Development of enzyme linked immunosorbent assay (ELISA) for toxic compounds have been received a great interest in the last few years. Aflatoxin M1 is one of the toxic substances which is found in dairy milk and milk products. In this study, ELISA for detection of aflatoxin M1 in dairy milk was developed. Antibodies against aflatoxin was produced by injecting rabbit with AFM1-BSAcommercial (Sigma A 6412). This antibody along with normal serum were used for titration of antigen and conjugate goat anti rabbits (IgG+horseraddish peroxides). It was found that the optimum condition of reagent for indirect ELISA was coating antigen AFM1 -BSA, antibodies and conjugate with dilution factor of 1/1600 (0.056 ug/ml), 1/400, 1/4000 respectively. The detection limit was 0.1 ug/ml and the linearity range was 0.1-100 ug/ml. Recovery study (spike sample) gave the average percentage of 100.68 percent. There were some cross reaction of antiserum AFM1 -BSA to aflatoxin B1 and G1. The indirect competitive ELISA gave a result of AFM1 in 3 dairy milk samples with the average concentration of 0.133, 0.127 and 0.137 ug/ml respectively
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Pengembangan teknik enzyme linked immunosorbentassay (ELISA) untuk senyawa racun sudah banyak dilakukan beberapa tahun terakhir ini. Aflatoksin M1 (AFM1) merupakan salah satu senyawa racun yang ditemukan dalam susu dan produk susu. Suatu pengembangan metode analisis untuk AFM1 secara ELISA telah dilakukan. Antibodi aflatoksin diproduksi setelah dilakukan penyuntikan terhadap kelinci dengan antigen AFM1 -BSA komersial (Sigma A 6421). Selanjutnya antibodi bersama-sama dengan serum normal digunakan untuk penetapan ELISA. Hasil studi menunjukkan bahwa kondisi pereaksi-pereaksi imunokimia yang digunakan untuk analisis AFM1 secara indirect competitive ELISA masing-masing adalah coating antigen AFM1 -BSA dengan pencemaran 1/600 (0,056 ug/ml), antibodi dengan pengenceran 1/400 dan konjugat goat anti rabbit (IgG+horseradish peroksidase) dengan pengenceran 1/4000. Kurve kalibrasi memberikan garis lurus pada kisaran 0,1-100 ug/ml dan limit deteksi 0,1 ug/ml. Hasil uji perolehan kembali menunjukkan hasil cukup baik, dimana pada konsentrasi AFM1 5, 10, dan 50 ug/ml, konsentrasi AFM1 yang terkandung dalam sampel susu ditemukan kembali sebanyak rata-rata 100,68 persen. Terjadi reaksi silang dari antibodi AFM1 dengan aflatoksin AFB1 dan AFG1. Konsentarsi AFM1 yang terdeteksi pada 3 sampel susu sapi rata-rata adalah 0.133, 0,127 dan 0,137 ug/ml
اظهر المزيد [+] اقل [-]