Study of frying technique on the quality and palatability of dried goat meat
2000
Triyantini | Sunarlim, R. (Balai Penelitian Ternak, Ciawi-Bogor (Indonesia))
الأندونيسية. Daging sebagai sumber protein hewani selain dipasarkan dalam bentuk segar juga dalam bentuk produk olahan yang mudah disimpan untuk jangka panjang, mudah disajikan dan mempunyai cita rasa khas yang bervariasi. Untuk memperkaya khasanah produk daging olahan akan dikaji preferensi dan mutu abon daging kambing sangrai dan goreng guna meningkatkan konsumsi daging kambing tanpa merugikan kesehatan konsumen. Daging kambing tanpa lemak bersama beberapa bahan tambahan (rempah-rempah) sebagai pengawet dan penyedap rasa diolah menjadi abon melalui proses penggorengan yang berbeda yaitu sangrai dan goreng. Pengamatan dilakukan terhadap mutu gizi berdasarkan SII tahun 1980, palatabilitas menggunakan uji kesukaan dengan daging sapi sebagai pembanding serta rendemen abon. Hasil kajian menunjukkan bahwa abon daging kambing dan sapi sangrai memenuhi standar SII dengan kadar protein 50,33 persen dan 48,29 persen; sedangkan abon goreng kadar lemaknya sedikit lebih tinggi dari standar dengan kadar protein 44,73 persen dan 43,79 persen. Kajian terhadap palatabilitas abon daging kambing secara umum belum bisa menyamai abon sapi, namun khusus untuk aroma dan rasa abon kambing goreng sama disukai seperti abon sapi goreng. Rendemen abon kambing sangrai 48 persen, goreng 68 persen, abon sapi sangrai 49 persen, goreng 61,60 persen
اظهر المزيد [+] اقل [-]