Optimalization of kalium fertilizer on peanut at upland Alfisol
2000
Santoso, L.J. | Anwar, I. (Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang (Indonesia))
إنجليزي. The production of peanut at Alfisol soil is usually low. This is due to low capacity of P and K in soil. The research was conducted during planting season 1999/2000. The purpose of research was to investigate the role of Kalium in soil and plant for increasing the production. Factorial randomized block designed was used with replications at the 4 x 4 m soil media. There were 4 combined fertilizer dosages used i.e.: K (0, 50, 100 and 150 kg KCl/ha); N (100 kg ZA and 50 kg Urea/ha), P (0 and 100 kg SP-36/ha). There were 16 combinations of treatment. Variety used was "Kelinci" 2 seed per hole and plant distance 40 x 20 cm. Research result showed that the fertility of soil at research location is very low except for Ca, Mg and Fe which were high. Dosage of 100 kg KCl/ha could significantly increase the plant growth, number of seed per plant, success of seed and production. Dosage of 100 kg KCl/ha could increase the absorption of K in plant from low to very high. Dosage of 150 kg KCl/ha had an effect to decrease the absorption of K in plant and did not increase the production. N fertilizer using urea and ZA did not significanly increase the absorption of K in plant. The application of ZA was reported not to increase the absorption of P (15 percent) and Sulphur (73 percent). Dosage of 100 kg/ha SP-36 could increase the absorption of K (18 percent) but the fertilizer of K was not clear to respon in absorption of P in plant
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Hasil kacang tanah di lahan kering tanah Alfisol selalu rendah, jauh di bawah potensi hasilnya. Salah satu penyebabnya ialah terlalu rendahnya kadar P dan K dalam tanah dan tidak efektifnya pemupukan P dan K. Pada MH 1999/2000 telah dilakukan penelitian pemupukan K pada tanaman kacang tanah di lahan kering tanah Alfisol. Tujuan penelitian ialah mempelajari dinamika hara K dalam tanah dan tanaman, kaitannya dengan produksi kacang tanah. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok faktorial, empat ulangan, pada petak perlakuan 4 m x 4 m. Perlakuan merupakan kombinasi 4 dosis pupuk K (0. 50, 100 dan 150 kg KCl/ha) dengan dua pupuk N (100 kg ZA dan 50 kg Urea/ha) dan dua dosis pupuk P (0 dan 100 kg SP36/ha) hingga berjumlah 16 perlakuan. Percobaan menggunakan varietas kelinci yang ditanam pada jarak tanam 40 cm x 20 cm, dua biji per lubang. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesuburan tanah lokasi percobaan sangat rendah, miskin humus dan unsur hara namun kaya unsur, Ca, Mg dan Fe. Pemupukan K optimal dosis 100 kg KCl/ha dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman, jumlah polong/tanaman, kebernasan biji hasil kacang tanah. Dengan dosis 100 kg KCl/ha dapat meningkatkan serapan hara K oleh tanaman dari harkat "rendah" ke "sangat tinggi". Pemupukan 150 kg KCl/ha cenderung menurunkan serapan K oleh tanaman dan tidak meningkatkan hasil kacang tanah. Pemupukan N menggunakan Urea atau ZA tidak nyata meningkatkan serapan hara K oleh tanaman. Pemupukan dengan ZA tidak meningkatkan serapan K tetapi meningkatkan serapan P sekitar 15 persen dan serapan S sekitar 73 persen. Pemupukan 100 kg SP36 dapat meningkatkan serapan hara K sekitar 18 persen dan sebaliknya pemupukan K tidak jelas pengaruhnya terhadap serapan P oleh tanaman. Pemupukan 100 kg KCl/ha meningkatkan kadar Kdd dalam tanah 117 persen tetapi tidak berpengaruh terhadap ketersediaan hara-hara yang lain. Pemupukan 100 kg SP36/ha meningkatkan ketersediaan hara P dalam tanah 84 persen tetapi tidak berpengaruh terhadap ketersediaan hara-hara lain. Pemupukan 100 kg ZA/ha meningkatkan ketersediaan hara P sekitar 40 persen dan hara S lebih dari 550 persen
اظهر المزيد [+] اقل [-]