Impact of the economic crisis and its prospects for livestock industry in Indonesia
2002
Sudaryanto, T. | Rusastra, I W. (Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Bogor (Indonesia))) | Soedjana, T.D.
إنجليزي. The livestock subsector plays an important role in Indonesia's economy in terms of GDP contribution, employment opportunity, source of income, generating exchange earning, and providing valuable animal protein and nutrition rich food for human consumption. Since the economic crisis began in mid 1997, serious negative impacts influenced the production and demand side of the livestock commodities and input factor industries, such as feedmills and breeding farms. The industries experiencing substantial negative impacts include the poultry industry, feedlots, and dairy farms which obviously are highly dependent on tradable input factors. The negative impact of the economic crisis on livestock agribusiness systems is mainly caused by the structural weaknesses of the respective industry. Despite the current economic problem, there are wide opportunities for livestock development, once the current problems are resolved. To achieve these opportunities, the following long-term visions of livestock development should be considered: 1. fostering livestock development in regions with less population density and abundant feed materials, 2. the provision of credit and development of integrated livestock development centers, 3. selection and improvement of domestic livestock breeds through better breeding programs, 4. continuation and improvement of institutional arrangements of livestock NES program, 5. the reorientation of livestock trade regime from import substitution to export promotion, and 6. human resource development in all segments of the livestock agribusiness systems
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Subsektor peternakan memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia dalam bentuk kontribusi GDP, penyumbang kesempatan kerja, sumber pendapatan, perolehan devisa, dan sumber pangan hewani bagi penduduk. Krisis ekonomi yang terjadi sejak pertengahan tahun 1997 memberikan dampak serius terhadap produksi dan permintaan produk peternakan dan industri faktor produksi seperti pabrik pakan dan pembibitan. Industri peternakan yang mengalami dampak negatif yang cukup serius adalah usaha ternak ayam ras, sapi potong, penggemukan, dan sapi perah yang memiliki ketergantungan masukan impor yang relatif besar. Dampak krisis ekonomi tersebut pada dasarnya disebabkan oleh kelemahan struktural sistem agribisnis peternakan yang bersifat inheren. Di samping permasalahan ekonomi aktual, terdapat peluang pembangunan peternakan yang cukup luas, bila permasalahan yang sedang dihadapi dapat dipecahkan. Untuk meraih peluang tersebut, perlu reorientasi visi jangka panjang pembangunan peternakan dengan mempertimbangkan dimensi berikut: 1. mendorong pengembangan peternakan di wilayah kepadatan ternak rendah namun melimpah bahan baku pakan, 2. jaminan ketersediaan kredit dan pengembangan pusat pembangunan peternakan terintegrasi, 3. seleksi dan perbaikan genetik ternak lokal melalui perbaikan program pemuliaan, 4. pengembangan dan perbaikan secara berkelanjutan program kelembagaan Perusahaan Inti Rakyat (PIR) peternakan, 5. reorientasi pola perdagangan substitusi impor kepada promisi ekspor dalam jangka menengah dan panjang, dan 6. pengembangan sumber daya manusia untuk seluruh subsistem agribisnis peternakan
اظهر المزيد [+] اقل [-]