Optimizing the performance of rack type dryer to maintain seed quality of peanut
2002
Tastra, I.K. | Gatot, S.A.F. | Harnowo, D.,Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang (Indonesia)
إنجليزي. High moisture content of peanut 40-48 percent wet basis (wb) required quick drying process that can reduce free water in the peanut husk. This pre-drying process can reduce peanut seed deterioration. Peanut seed is very sensitive to high drying temperature (65-75 deg. C), it is imperative to study optimum drying periods of rack-type dryer for peanut seed production. The experiment was carried out in Mechanization Laboratory of RILET, October 2000. The drying period being tested respectively were 0, 1.5, 3.0, 4.5 and 6 hours and the peanut variety used was Kelinci. The result showed that six hours pre-drying process reduced peanut moisture content from 58.5 percent wb to 52.6 percent wb. However after six drying period all treatment had the same grain moisture content (more than 68 percent wb) as control. With relatively high grain moisture content, the germination is less than 10 percent. Drying rack type for peanut pre drying process is not technically feasible to be applied for seed production purposes
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Kadar air awal kacang tanah yang mencapai 40-48 persen basis basah (bb) memerlukan teknik pengeringan cepat guna menguapkan sebagian air bebas yang terkandung pada kulit polong. Pengeringan pendahuluan ini diperlukan untuk mengurangi laju penurunan mutu benih kacang tanah. Agar dampak negatif penggunaan udara pengering suhu tinggi (65-75 derajat C) terhadap mutu benih kacang tanah yang dihasilkan dapat dikurangi, maka perlu dikaji lama pengeringan kacang tanah polong yang optimum. Untuk mengoptimalkan laju pengeringan kacang tanah polong (pada periode awal proses pengeringan), diperlukan rekayasa alat pengering yang sepadan dengan tingkat kemampuan teknis petani (kelompok tani) dalam pengoperasian dan pengelolaannya. Kajian berbagai tipe alat pengering kacang tanah polong tampak bahwa alat pengering tipe rak mempunyai peluang digunakan untuk pengeringan benih kacang tanah dengan cara menambahkan unit energi pengering suhu tinggi yang bersifat "mobile" (dioperasikan oleh penjual jasa alsintan). Percobaan lama pengeringan kacang tanah polong pada suhu tinggi dilakukan di Laboratorium Mekanisasi dan Rekayasa Balitkabi pada bulan Oktober 2000; masing-masing dengan lama pengeringan 0; 1,5; 3,0; 4,5 dan 6,0 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pengeringan pendahuluan dengan suhu tinggi selama 6,0 jam dapat menurunkan kadar air biji kacang tanah dari 58,5 persen bb (kontrol) menjadi 52,6 persen bb, tetapi setelah enam hari pengeringan, kadar air biji kacang tanah untuk semua perlakuan kembali sama dengan kontrol (lebih besar dari 68 persen bb). Pada tingkat kadar air yang relatif tinggi, daya tumbuh benih kacang tanah yang dihasilkan kurang dari 10 persen. Secara teknis pengeringan cepat kacang tanah polong sistem rak yang disinergikan dengan unit energi pengering suhu tinggi (65-75 derajat C) (pada awal proses pengeringan) belum layak diterapkan untuk pengeringan benih kacang tanah
اظهر المزيد [+] اقل [-]