Promising lines performance of sweetpotatoes at three sweetpotato producing area
2002
Rahayuningsih, S.A.,Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian, Malang (Indonesia)
إنجليزي. Sweetpotato is known to have a wide adaptability. It can grow at 0 to 3000 m above sea level. In order to improve management of biological resources, development of improved varieties of sweetpotato were conducted through hybridization and yield trials of the promising lines at three sweetpotato producing areas. Six promising clones and one local variety were evaluated at Blitar, Tumpang, and Kawi in dry season 1999. A randomized complete block design with three replications was applied. The plot size was 5 m x 5 m, the distance between row is 100 cm and 25 cm in the row. The dosage of fertilizer were 100 kg Urea, 75 kg SP36, and 100 kg KCl. The result of the experiment indicated that the root productivity affected by location, clones, and interaction of location x clones. The highest yield was obtained at Tumpang followed by Blitar and Kawi, that yield 28.8 t/ha, 17.06 t/ha, and 5.23 t/ha respectively. Diameter and length of root affected yield. The promising clones produced higher than the local variety. MIS 104-1, and MLG 12659-4 are potential to be develop at Blitar, Tumpang and Kawi, while MIS 146-1 at Tumpang and Blitar
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Ubijalar merupakan jenis tanaman yang daya adaptasinya luas sehingga dapat tumbuh dan berkembang pada elevasi 0 hingga 3000 m. Pembentukan varietas unggul ubijalar ditempuh melalui persilangan dan uji daya hasil klon-klon terpilih di beberapa daerah penghasil ubijalar. Penelitian bertujuan mencari klon-klon yang cocok untuk dikembangkan di tiga daerah penghasil ubijalar. Sebanyak enam klon ubijalar terpilih dievaluasi di tiga daerah penghasil utama ubijalar di Jawa Timur, yaitu Blitar, Tumpang (Malang), Kawi (Malang), pada MK II 1999. Percobaan di masing-masing lokasi menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Ukuran petak 5 m x 5 m, jarak tanam antar baris 100 cm dan dalam baris 25 cm. Pemupukan pertanaman dengan 100 kg Urea + 75 kg SP36 + 100 kg KCl per ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dipengaruhi oleh lokasi, klon dan interaksi klon x lokasi. Rataan produksi tertinggi diperoleh di Tumpang sebesar 28,8 t umbi segar/ha diikuti oleh Blitar sebesar 17,1 t/ha, dan produksi terendah diperoleh di Kawi sebesar 5,2 t/ha. Produksi umbi yang tinggi ditunjang oleh sifat diameter dan panjang umbi. Klon-klon yang dievaluasi memberikan produksi yang lebih baik daripada varietas lokal setempat. Klon MIS 104-1 dan MLG 12659-4 layak untuk dikembangkan lebih lanjut di Tumpang, Blitar dan Kawi, sedang MIS 146-1 hanya cocok dikembangkan di Tumpang dan Blitar atas dasar pilihan petani
اظهر المزيد [+] اقل [-]