Superovulation response of puberal Javanese thin-tailed sheep with PMSG
1993
Tiesnamurti, B. (Balai Penelitian Ternak Ciawi, Bogor (Indonesia))
إنجليزي. A study has been conducted at Sheep Breeding Station of the Research Institute for Animal Production, Bogor during April 1991. Animal received injection for 600 IU. PMSG intra muscularly and followed by laparoscopy five days later are to count the number of ova shed. The study is proposed to classify ewe's prolificacy at the earlier age. Ewe lambs with high ovulation respons at young age is expected to be carrieds of the prolific sheep at later age. The results showed that average natural ovulation rate of ewe lambs before PMSG injection was 1.4 +- 0.6 (n=14), whereas the average superovulation response was 2.7 +- 2.1 (n=14). Super ovulation response was not effected by body weight, litter size and wean and parental genotypes, however, the result was significantly affected (P0.05) by ovulation rate before PMSG injection
اظهر المزيد [+] اقل [-]مجهول. Pengamatan dilakukan di Stasiun Breeding Domba, Balai Penelitian Ternak Bogor, pada bulan April 1991. Ternak mendapat suntikan 600 IU. hormon PMSG secara intra muskular dan diikuti dengan laparoskopi lima hari kemudian untuk mengetahui jumlah telur yang diovulasikan. Penelitian ini merupakan suatu cara untuk mengetahui tingkat kesuburan ternak betina pada umur dini. Ternak dara dengan respon superovulasi banyak, pada usia dewasa diharapkan akan mempunyai laju kesuburan yang tinggi; demikian untuk sebaliknya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata laju ovulasi awal adalah 1,4 +- 0,6 (n=14), sedangkan rata-rata laju ovulasi dengan suntikan hormon PMSG adalah 2,7 +- 2,1 (n=14). Ternyata, respon superovulasi tidak dipengaruhi oleh berat badan, tipe kelahiran dan penyapihan maupun tipe kesuburan tetua, tetapi dipengaruhi secara nyata (P0,05) oleh laju ovulasi awal
اظهر المزيد [+] اقل [-]