[Processing technology of groundnut product in agribusiness development perspective]
1996
Santosa, B.A. | Widowati, S. | Damardjati, D.S. (Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Bogor (Indonesia))
إنجليزي. In Indonesia, groundnut is the second source of fat and protein source of palawija crops consumed after soybean. Groundnut is rich of oil content (44-50 percent) and protein (20-30 percent). Therefore it is potential to be developed for raw materials of agro-industry. The high demand of groundnut in the past promote the increase of groundnut production by 6.7 percent annually. In 1992, the total production was 746.000 ton which were harvested from 720.000 hectares. Simple economic analysis indicated that groundnut farming is more profitable than that of other food crops. Groundnut can be processed into numbers of high value product such as salty groundnut, peanut butter, milk, candy etc. through the simple and modern industrial technologies. In the development of groundnut product, physical, physico-chemical and nutrient content of the raw materials should be considered in obtaining high quality of product. Some alternatives technology could be used which include fermentation, extraction, extrution, fortification and reduction of components of the raw materials used. Development of groundnut agribusiness expected to have a good prospect a long with the increasing of incomes that will also increase demand for products specially products from groundnut
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Kacang tanah merupakan palawija sumber lemak dan protein kedua setelah kedelai yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Kacang tanah yang kaya akan kadar minyak (44-50 persen) dan protein (20-30 persen), memiliki potensi untuk dikembangkan secara luas sebagai bahan baku agro industri. Permintaan cukup besar ternyata mendorong peningkatan produksi kacang tanah sekitar 6,7 persen per tahun, dan mencapai produksi sebesar 740.000 ton dari luas panen 720.000 hektar pada tahun 1992. Analisis agro-industri menunjukkan bahwa usaha tani kacang tanah memberikan pendapatan perkapita tertinggi dibandingkan tanaman pangan lainnya. Kacang tanah dapat diolah menjadi berbagai jenis pangan bernilai tinggi seperti kacang goreng, kacang asin, pasta kacang tanah (peanut butter), susu, permen dan lain-lain, baik secara industri sederhana maupun industri teknologi modern. Dalam pengembangan produk yang ada maupun produk baru perlu memperhatikan sifat-sifat fisik, fisiokimia, dan gizi bahan dasar agar dapat diperoleh hasil dan mutu produk sesuai dengan yang dikehendaki. Berbagai alternatif teknologi juga bisa dikembangkan antara lain fermentasi, ekstraksi, ekstrusi, fortifikasi dan reduksi komponen bahan yang dikehendaki. Pengembangan agribisnis kacang tanah mempunyai prospek yang cerah, seiring dengan peningkatan pendapatan dan taraf hidup masyarakat akan meningkatkan permintaan aneka produk olahan, antara lain adalah produk kacang tanah yang banyak memiliki sifat yang disukai konsumen
اظهر المزيد [+] اقل [-]