[Potential feed as green feed resources for cattle fattening is East Nusa Tenggara, Indonesia]
1998
Asnah (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Naibonat, Kupang (Indonesia))
الأندونيسية. Pakan sangat berpengaruh pada produksi ternak, oleh karena itu pemberiannya harus mencukupi kebutuhan ternak baik untuk hidup pokok maupun pertumbuhan. Kekurangan pakan pada musim kemarau merupakan hal yang sangat umum ditemukan terutama pemeliharaan sapi semi intensif maupun intensif. Hal ini mendorong petani untuk mencari pakan-pakan yang potensial baik yang dibudidayakan maupun yang tumbuh secara alam. Pohon gewang (Corypha gebanga) merupakan sumber energi yang cukup tinggi (3840 kkal/kg bahan kering) pemberiannya pada ternak dapat menekan penurunan bobot badan sapi selama musim kemarau. Hijauan gamal belum dimanfaatkan petani secara luas untuk ternak kambing, pemberiannya dapat meningkatkan pertumbuhan sebesar 32 gr/hari/ekor. Pohon gamal dapat dipangkas sebanyak 3 kali apabila pemangkasan awal dilakukan pada akhir musim hujan, 2 kali apabila pemangkasan awal pada pertengahan musim kemarau dan 1 kali apabila pemangkasan awal dilakukan pada awal musim hujan. Interval pemotongan 3 bulan pada tanaman Turi dan Lamtoro akan memberikan produksi lebih tinggi dibandingkan jika dilakukan pemotongan pada interval 6 bulan, masing-masing untuk interval 3 bulan 4,9 kg BS/pohon untuk turi dan 5,6 kg BS/pohon untuk lamtoro. Interval pemotongan 6 bulan memberikan produksi sebanyak 2 kg BS/pohon untuk turi dan 4,8 kg BS/pohon untuk lamtoro. Untuk mengatasi kekurangan pakan pada musim kemarau penyediaan jenis-jenis hijauan pakan lokal merupakan alternatif utama seperti ara hutan (Ficus septica), kabesak putih (A. leucophloea), busi (Melochia umbelata) dan daun kapok (Ceiba petandra). Penanaman rumput baik A. gayanus maupun C. ciliaris dapat menaikkan produksi hijauan jika ditanam bersama dengan leguminosa herba Clitoria ternatea
اظهر المزيد [+] اقل [-]