Keberhasilan pengobatan infestasi Caparinia tripilis dengan ivermectin pada landak kerdil Afrika: Ivermectin untuk scabiosis pada landak mini Afrika | Successful treatment of Caparinia tripilis infestation with ivermectin in an African pygmy hedgehog: Ivermectin for scabiosis in an African pygmy hedgehog
2023
Budiono, Novericko Ginger | Wen, Nicole Ting Qian | Rajendran, Punithe Raj A/L
الأندونيسية. Acariasis adalah penyakit yang umum terjadi pada Atelerix albiventris atau landak kerdil Afrika, dengan Caparinia tripilis menjadi agen etiologi utama. Laporan kasus ini menggambarkan satu kasus kudis C. tripilis pada seekor landak kerdil Afrika berusia 16 bulan yang terdeteksi melalui pemeriksaan kerokan kulit secara klinis dan mikroskopis. Pemiliknya membawa landak tersebut ke Rumah Sakit Pendidikan Hewan IPB University dengan keluhan tidak nafsu makan, pruritus hebat, diare, dan kerak pada pasiennya. Pemeriksaan feses natif dan flotasi tidak menunjukkan parasit cacing atau protozoa. Perawatan terdiri dari pemberian ivermectin subkutan dengan dosis 0,4 mg/kg berat badan. Kontrol dilakukan 14 dan 28 hari setelah kunjungan pertama ke rumah sakit, dengan pemberian ivermectin dengan dosis yang sama (total tiga dosis dan jarak dua minggu dari setiap dosis). Pemeriksaan mikroskopis kerokan kulit dilakukan pada hari ke 14 dan 28, tidak ditemukan C. tripilis pada pemeriksaan tersebut. Perbaikan klinis lengkap diamati selama dua pemeriksaan kontrol. Ini adalah laporan pertama yang menjelaskan penggunaan ivermectin dalam tiga dosis (dengan selang waktu dua minggu) untuk mengobati capariniasis pada landak kerdil Afrika di Indonesia.
اظهر المزيد [+] اقل [-]إنجليزي. Acariasis is a prevalent disease in Atelerix albiventris or African pygmy hedgehogs, with Caparinia tripilis being the main aetiologic agent. This case report describes a single instance of C. tripilis mange in a 16-month-old African pygmy hedgehog detected through clinical and microscopic skin scraping investigations. The owner brought the hedgehog to the IPB University Veterinary Teaching Hospital, complaining about inappetence, intense pruritus, diarrhoea, and crusts in the patient. Faecal native and flotation showed no helminthic or protozoan parasites. The treatment comprised subcutaneous ivermectin application at a dose of 0.4 mg/kg body weight. The control was made 14 and 28 days after the first hospital visit, with ivermectin applications at the same dose (three doses in total and two weeks apart from each dose). Microscopic examination of the skin scrapings was performed on days 14 and 28, and C. tripilis was not observed in these examinations. Complete clinical improvement was observed during the two control examinations. This is the first report to describe the use of a three-dose (two weeks apart) of ivermectin to treat capariniasis in an African pygmy hedgehog in Indonesia.
اظهر المزيد [+] اقل [-]