Tata Kelola Rantai Nilai Gula Aren di Kabupaten Tasikmalaya | Tata Kelola Rantai Nilai Gula Aren di Kabupaten Tasikmalaya
2024
Nurohmah, Nuri Nabila | Kusnadi, Nunung | Kilat Adhi, Andriyono
الأندونيسية. Tingginya harga gula aren dibandingkan gula merah non-aren di tingkat konsumen menimbulkan pertanyaan aktivitas penciptaan nilai mana yang menyebabkan harga gula aren relatif lebih mahal. Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi aktor dan peran masing-masing aktor yang terlibat dalam rantai nilai gula aren; dan (2) menganalisis tata kelola yang terbentuk dalam rantai nilai. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan kuisioner dan observasi lapangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 53 petani aren dan 10 pengepul gula aren. Data dianalisis menggunakan kualitatif deskriptif yang merujuk pada analisis rantai nilai global (VCGs) yang dikemukakan oleh Gereffi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktor yag teridentifikasi dalam rantai nilai gula aren terdiri atas petani aren, pengolah gula aren, pengepul gula aren, pedagang, layanan pendukung, social entreprise, dan konsumen. Pengolah gula aren dan pengepul merupakan aktor yang paling berperan dalam rantai nilai gula aren di Kabupaten Tasikmalaya; (2) secra keseluruhan, tipe tata kelola yang terbentuk dalam rantai nilai gula aren di Kabupaten Tasikmalaya adalah tata kelola modular.
اظهر المزيد [+] اقل [-]إنجليزي. The high price of palm sugar compared to non-palm brown sugar at the consumer level raises the question of which value-creation activities cause the price of palm sugar to be relatively more expensive. This study aims (1) to identify the actors and the roles of each actor involved in the palm sugar value chain and (2) to analyse the governance formed in the value chain. This study uses primary data obtained through interviews with questionnaires and field observations. The sampling technique used snowball sampling with 53 palm sugar farmers and 10 palm sugar collectors as respondents. Data were analysed using descriptive qualitative, which refers to the global value chain analysis (GVC) proposed by Gereffi. The results showed that (1) the identified actors in the palm sugar value chain consisted of palm farmers, palm sugar processors, palm sugar collectors, traders, support services, social enterprises, and consumers. Palm sugar processors and collectors are the most important actors in the palm sugar value chain in Tasikmalaya Regency; (2) overall, the type of governance that is formed in the palm sugar value chain in Tasikmalaya Regency is modular governance.
اظهر المزيد [+] اقل [-]