Pengobatan hematoma telinga dengan teknik jahitan kancing | Aural hematoma treatment using the button suture technique
2025
Diana , Riya Ulfa | Andinata , Illona Christie | Diana , Riya Ulfa | Andinata , Illona Christie
الأندونيسية. Hematoma telinga adalah kondisi di mana darah terakumulasi di daun telinga dan ditandai dengan pembengkakan berisi cairan dan eritema. Salah satu penyebab hematoma telinga adalah trauma, khususnya peningkatan frekuensi menggaruk telinga dan menggelengkan kepala akibat infestasi tungau telinga Otodectes cynotis. Tes diagnostik dalam kasus ini melibatkan pemeriksaan mikroskopis serumen telinga, hematologi darah, dan biokimia darah. Teknik jahitan kancing ditujukan untuk melepaskan darah yang terakumulasi dan mencegah ruang mati di daun telinga. Pengobatan pascaoperasi meliputi injeksi intramuskular oksitetrasiklin dan meloksika, pemberian albumin oral, pemberian obat tetes telinga (Sagestam®), dan pengobatan antitungau. Pengobatan penyembuhan luka didukung oleh salep luka (Digenta®) dan penggunaan kerah Elizabethan. Kondisi pasien berangsur-angsur membaik setelah operasi, dan pasien diizinkan pulang 30 hari pascaoperasi.
اظهر المزيد [+] اقل [-]إنجليزي. Aural hematoma is a condition in which blood accumulates in the pinna and is characterized by fluid-filled swelling and erythema. One cause of aural hematoma is trauma, specifically an increased frequency of ear scratching and head shaking due to Otodectes cynotis ear mite infestation. Diagnostic tests in this case involved microscopic examination of ear cerumen, blood hematology, and blood biochemistry. The button suture technique is aimed at releasing the accumulated blood and preventing dead space in the pinna. Post-operative medication includes intramuscular injection of oxytetracycline and meloxicam, oral administration of albumin, administration ear drops (Sagestam®), and anti-mite treatment. The wound healing treatment was supported by a wound ointment (Digenta®) and the use of an Elizabethan collar. The patient’s condition gradually improved after surgery, and the patient was allowed to return home 30 days postoperatively.
اظهر المزيد [+] اقل [-]