Ekstraksi Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens) sebagai Antelmintik pada Domba secara In Vitro. | Extraction of Sambung Nyawa Leaves (Gynura procumbens) as an In Vitro Anthelmintic for Sheep
2025
Siregar, Ahmad Husein | Kumalasari, Nur Rochmah | Sukria, Heri Ahmad
Infeksi cacing merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada domba. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi waktu proses produksi ekstrak daun sambung nyawa (Gynura procumbens), kandungan tanin, dan efektivitasnya sebagai agen antelmintik pada domba secara in vitro. Pengujian kandungan tanin menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan yaitu K1 = ekstrak daun kering dan K2 = ekstrak daun segar. Uji daya antelmintik menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yang meliputi P0 = kontrol negatif (NaCl 0,9%), P1 = 5% ekstrak, P2 = 10% ekstrak, dan P3 = 15% ekstrak daun sambung nyawa. Parameter yang diamati meliputi waktu proses produksi ekstrak, rendemen, kadar tanin, dan kematian cacing. Proses produksi ekstrak daun sambung nyawa dari daun kering lebih lama (156,332 jam) dibandingkan bahan daun segar (84,332 jam. Daun sambung nyawa kering menghasilkan ekstrak kental 19,926% sedangkan segar 13,638%. Perlakuan ekstrak daun sambung nyawa berpengaruh signifikan (P<0,05) dalam membunuh cacing dengan dosis optimal 15%.
اظهر المزيد [+] اقل [-]