Analisis Komparasi Produksi Bawang Merah Organik Dan Anorganik di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk | Analisis Komparasi Produksi Bawang Merah Organik Dan Anorganik Di Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk
2025
Khoirunnisa, Tria Alfiatul | Mazwan, M. Zul
إنجليزي. Indonesia places shallots as one of the main agricultural commodities with high selling value. Among the various shallot producing regions in Indonesia, Nganjuk district is known as one of the largest producing areas and production centers for shallot commodities in Indonesia. Organic and inorganic shallot production is the focus of attention of farmers and agricultural actors today. The research objectives are (1) to analyze the various factors that contribute to shallot production, both inorganic and organic cultivation (2) to analyze the average difference in shallot production before and after the implementation of organic farming. The research method used is to conduct a quantitative approach technique to 20 respondents who apply organic, semi-organic as well as inorganic farming and 10 respondents who apply inorganic farming only. Data collection methods were carried out by observation, interviews and literature studies. The results revealed that production factors contribute to shallot yield. Factors that affect shallot yield are seed variables and dummy variables, which means the value is smaller than 0.05. The results of the analysis show that the variables of land area, fertilizer, pesticides, and labor do not have a real influence in determining shallot yield. Research on the comparison of average shallot production shows a significant difference between before and after the implementation of organic farming. To minimize the risk, steps are needed to provide support in the form of providing counseling and long-term assistance related to land to shallot farmers. Another step is the need for economic incentives for farmers who are willing to switch to organic farming, due to the transition period that has the potential to reduce productivity
اظهر المزيد [+] اقل [-]الأندونيسية. Bawang merah merupakan komoditas unggulan di Indonesia dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu daerah penghasil bawang merah terbesar di Indonesia. Produksi bawang merah organik dan anorganik menjadi fokus perhatian para petani dan pelaku pertanian saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi hasil produksi bawang merah anorganik ataupun organik dan mengetahui perbandingan rata-rata produksi bawang merah sebelum dan sesudah diterapkannya pertanian organik. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan melakukan teknik pendekatan kuantitatif terhadap 20 responden yang menerapkan pertanian organik ataupun anorganik dan 10 responden yang menerapkan pertanian anorganik saja. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor produksi berpengaruh sebesar 87,4% terhadap produksi bawang merah dan 23,7% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian. Variabel yang berpengaruh terhadap produksi bawang merah yaitu variabel bibit dengan nilai signifikansi 0,010 dan variabel dummy dengan nilai signifikansi 0,000 yang artinya tidak lebih besar dari 0,05, sedangkan variabel luas lahan, pupuk, pestisida, dan tenaga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap produksi bawang merah. Hasil penelitian terhadap perbandingan rata-rata produksi bawang merah terdapat perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah penerapan pertanian organik dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan t hitung > t tabel yaitu 3,803 > 2,093.
اظهر المزيد [+] اقل [-]