Hard Coral (Porites Lutea) Growth Simulation using Fuzzy Logic Method in Tunda Waters, Banten Province | SIMULASI PERTUMBUHAN TERUMBU KARANG (Porites lutea) DENGAN METODE LOGIKA FUZZY DI PULAU TUNDA PROVINSI BANTEN
2026
Idris, Muhamad Kemal | Koropitan, Alan Frendy | Zamani, Neviaty P | Idris, Muhamad Kemal
الأندونيسية. Terumbu karang adalah ekosistem purba, megah, dan tinggi produktivitas serta keanekaragamannya (Thomas dan Raymond, 2008). Terumbu karang bertumbuh setiap tahun dengan ukuran yang berbeda-beda tergantung pada kondisi lingkungan sekitar (Arman et al., 2013). Penelitian mengenai pertumbuhan terumbu karang sudah banyak dilakukan, namun prediksi pertumbuhan karang menjadi topik yang menarik dan belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pertumbuhan terumbu karang berdasarkan lingkar tahunan dengan metode logika fuzzy. Suhu permukaan laut (SPL) adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang (Westmacott et al., 2000; Sterr, 2001; Koontanakulvong, 2008; Thomas dan Raymond, 2008; Arman et al., 2013; Lalang, 2015). Analisis Indian Ocean Dipole (IOD) menemukan lima fenomena, ditandai oleh kenaikan SPL yang cukup signifikan. Lima fenomena tersebut terjadi pada tahun 1966-1967 (+IOD), 1969-1970 (-IOD), 1973-1974 (-IOD), 1983-1984 (-IOD), serta tahun 1987-1988 (+IOD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkar tahunan Porites lutea di stasiun sisi utara Pulau Tunda polanya mengikuti fluktuasi SPL. Stasiun di selatan Pulau Tunda yang berhadapan langsung dengan Pulau Jawa, polanya tidak mengikuti pola SPL. Stasiun di utara berbatasan langsung dengan perairan terbuka dan tidak terlindung dari pulau-pulau di sekitar. Simulasi pertumbuhan menunjukkan bahwa terumbu karang akan mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim. Pada tahun 2085, terumbu karang bertumbuh dari -0,75 cm dan bergerak naik menjadi 0,1 cm di tahun 2100. Berdasarkan proyeksi SPL pada rentang tahun 1900-2100, anomaly SPL akan terus naik hingga mencapai 0,45 °C.
اظهر المزيد [+] اقل [-]إنجليزي. Corals grow annually at varying rates, influenced by environmental conditions. As key indicators of marine ecosystem health, studying coral growth is essential for predicting the impacts of environmental change. While previous research has explored coral growth extensively, most studies focus on existing conditions and the descriptive influence of environmental parameters. In fact, coral growth time-series data offer potential for deeper analysis, particularly in identifying dominant periodicities and enabling long-term projections. This study aims to develop an annual coral growth model using fuzzy logic approach. The Indian Ocean Dipole (IOD) is identified as a significant factor influencing the growth of Porites lutea in Tunda Island. Variations in sea surface temperature during IOD events notably affect coral growth, with positive IOD phases (IOD+) generally enhancing it. Analysis shows that the annual growth rings of Porites lutea in the northern station of Tunda Island, which borders open waters respond more slowly to SST fluctuations compared to the southern station, which is more sheltered. Fuzzy simulation results suggest that corals may be able to adapt to climate change. By the year 2085, coral growth is projected to recover from -0.75 cm to 0.1 cm by 2100. Based on SST projections from 1900 to 2100, SST anomalies are expected to continue increasing, reaching +0.45 °C.
اظهر المزيد [+] اقل [-]