Repons ayam broiler akibat penurunan tingkat protein ransum pada minggu ketiga dan keempat serta penambahan cahaya
1991
Firmanto, Heru | Amrullah, Ibnu Katsir | Sugandi, Dawan
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, mulai tanggal 22 Oktober sampai dengan 9 Desember 1990. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tingkat protein rendah pada minggu ketiga dan keempat serta penambahan cahaya terhadap performans ayam broiler. Penelitian ini menggunakan 300 ekor ayam broiler galur Hubbard yang dipelihara dalam 12 buah kandang berlantai litter. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 2 x 3, faktor pertama dua tingkat protein ransum sedang faktor kedua tiga macam program penambahan cahaya dan dilakukan dengan 2 ulangan. Ransum yang digunakan terdiri dari ransum kontrol (R1) dan ransum kompensasi (R2) keduanya isokalori dan kandungan zat nutrisi lainnya relatif sama kecuali kandungan protein. Kandungan protein Ransum disusun berdasarkan rekomendasi Scott et al. (1982), pada R2 kandungan protein ransum diturunkan menjadi 13.9% pada minggu ketiga dan keempat, kemudian dinaikkan kembali menjadi 23.0% pada minggu keempat sampai minggu ketujuh. Ransum yang digunakan berbahan dasar jagung dan biomas ketela pohon dengan perbandingan 40% berbanding 60%. Ransum dan air minum diberikan secara, ad libitum. Program penambahan cahaya yang digunakan ada tiga macam terdiri dari penambahan cahaya 12 jam terus menerus pada malam hari (P1), penamba- han cahaya terputus pada malam hari (P2) dan (P3) keduanya dibedakan pada lamanya waktu gelap dan P3 berdasarkan rekomendasi dari Classen (1989). R Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa ransum kompensa- si (R2) tidak berpengaruh nyata terhadap performans ayam broiler dan berpengaruh sangat nyata (P <0.01) terhadap konsumsi protein dan nilai Protein Efsiensi Rasio. D Hasil uji BNT (Beda Nyata Terkecil) menunjukkan bahwa ransum R2 sangat nyata (P<0.01) mempunyai konsumsi protein lebih rendah dan sangat nyata (P< 0.01) mempunyai nilai Protein Efisiensi Rasio lebih tinggi dibandingkan dengan ransum kontrol....
Show more [+] Less [-]Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by IPB University in The City of Bogor (formerly Bogor Agricultural University)