Corpus alienum pada saluran pencernaan kura-kura baning (Manouria emys) di Kebun Binatang Bandung | Gastrointestinal foreign body in a banning tortoise (Manouria emys) at Bandung Zoo
2025
Jerica , Monica Silva | Bernadette , Josephin | Anggitasari , Teresa Wening | Ramadan , Noval Ekarian | Mohamad , Kusdiantoro | Jerica , Monica Silva | Bernadette , Josephin | Anggitasari , Teresa Wening | Ramadan , Noval Ekarian | Mohamad , Kusdiantoro
Indonesian. Kura-kura memiliki kebiasaan menelan benda asing yang dikenal sebagai geofagi. Benda asing yang tertelan dapat menimbulkan obstruksi pada saluran pencernaan. Seekor kura-kura baning cokelat (Manouria emys), jenis kelamin jantan, dengan berat badan 13,5 kg, dilaporkan mengalami penurunan nafsu makan, lemas, tidak dapat defekasi, dan mata berair. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang radiografi (X-ray) menunjukkan akumulasi benda asing di saluran pencernaan. Penanganan yang dilakukan berupa pemasangan feeding tube, pemberian gliserin, dan pemberian biodin. Setelah penanganan, kura-kura mengeluarkan benda asing berupa pasir saat defekasi dan selanjutnya mengalami peningkatan kondisi tubuh. Kura-kura aktif kembali dan dinyatakan sembuh setelah 18 hari penanganan.
Show more [+] Less [-]English. Turtles have the habit of swallowing foreign objects, known as geophagy. Swallowed foreign objects can obstruct the digestive tract. A banning tortoise (Manouria emys), male, weighing 13.5 kg, was reported to have decreased appetite, weakness, inability to defecate, and watery eyes. Physical examination and radiographic examination (X-ray) showed the accumulation of foreign objects in the digestive tract. The treatment was performed by installing a feeding tube, administering glycerin, and administering biodin. After treatment, the turtle expelled the foreign object in the form of sand during defecation and experienced an improvement in body condition. The turtle was active again and was declared cured after 18 d of treatment.
Show more [+] Less [-]Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by IPB University in The City of Bogor (formerly Bogor Agricultural University)