Evaluasi Saluran Drainase pada Perumahan Graha Pesona Saga 2 dengan Menggunakan Program EPA SWMM 5.2 | Evaluation of Drainage Channels in Graha Pesona Saga 2 Residence using EPA SWMM 5.2 Program
2025
Farhat, Muhandis Fathi | Saptomo, Satyanto Krido
Penelitian ini mengevaluasi sistem drainase di Perumahan Graha Pesona Saga 2, yang sering mengalami genangan air saat hujan. Data curah hujan dari tahun 2005-2024 diperoleh dari Stasiun Meteorologi Budiarto. Analisis hidrologi menunjukkan distribusi Log Pearson III menjadi metode distribusi paling sesuai dengan pola curah hujan di lokasi penelitian mengacu pada uji Chi-kuadrat dan Smirnov-Kolmogorov. Dalam pemodelan SWMM diketahui terdapat 5 subcatchment, 20 junction, dan 23 conduit pada pada sistem drainase. Luapan ditemukan terjadi pada saluran CN9 dan CN20 pada jam puncak, diakibatkan CN20 yang penuh alhasil CN9 tidak dapat mengalirkan limpasan. Solusi yang diusulkan adalah perubahan dimensi saluran dari 0.2 × 0.2 m menjadi 0.4 × 0.4 m, yang meningkatkan kapasitas CN9 dan CN20 menjadi 0.454 m³/det dan 0.161 m³/det. Melalui analisis RAB menunjukan metode precast memakan lebih sedikit biaya dibanding cast in-situ.
Show more [+] Less [-]This study evaluates the drainage system in Graha Pesona Saga 2 Residential Area, which often experiences waterlogging during rainfall. Rainfall data from 2005–2024 were obtained from the Budiarto Meteorological Station. Hydrological analysis found the Log Pearson Type III distribution most suitable based on Chi-square and Smirnov-Kolmogorov tests. SWMM modeling identified 5 subcatchments, 20 junctions, and 23 conduits. Overflow occurred in CN9 and CN20 during the peak hour, caused by limited flow capacity into CN20. A proposed solution involves increasing conduit dimensions from 0.2 × 0.2 m to 0.4 × 0.4 m, raising CN9 and CN20 capacities to 0.454 m³/s and 0.161 m³/s, respectively. Cost analysis indicates that precast is more economical than cast in-situ construction.
Show more [+] Less [-]Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by IPB University in The City of Bogor (formerly Bogor Agricultural University)