Potential Spread of Trichinella sp. Infection Due to Consumption of Wild Boar Meat among Wild Carnivores in Ragunan Zoo | Potensi Penyebaran Infeksi Trichinella sp Akibat Konsumsi Daging Babi Hutan pada Karnivora Liar di Taman Margasatwa Ragunan
2025
Satrija, Fadjar | Murtini, Sri | Satrija, Esdinawan Carakantara | Hendriana, Okta | Nugrahaeni, Mutiara | Edward, Syafri | Prasetyaningtyas, Wahono Esthi | Estuningsih, Sri | Satrija, Fadjar
Indonesian. Trichinellosis merupakan penyakit zoonotik yang disebarkan oleh konsumsi daging mentah atau kurang matang yang mengandung larva cacing Trichinella sp. Keberadaan Trichinella spiralis di Indonesia telah teridentifikasi sejak masa kolonial Belanda, tetapi informasi mengenai kejadian trichinellosis pada manusia dan hewan di negara ini masih sangat terbatas. Sejumlah penelitian terkini mengindikasikan terjadinya peningkatan kasus trichinellosis pada hewan, khususnya babi dan babi hutan. Hal ini tidak hanya berpotensi mengancam kesehatan manusia, tetapi juga satwa liar karnivora yang mengonsumsi daging tersebut, termasuk satwa yang berada dalam penangkaran ex situ. Penelitian ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan larva Trichinella sp. pada daging babi hutan hasil buruan di Provinsi Bengkulu yang dimanfaatkan sebagai sumber pakan satwa liar karnivora di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Sebanyak 44 sampel daging babi hutan asal Bengkulu serta serum dari empat Harimau Bengala, dua Jaguar, dan satu Singa Afrika asal Taman Margasatwa Ragunan diperiksa menggunakan teknik Indirect Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) untuk mendeteksi keberadaan antibodi terhadap Trichinella sp. Dari seluruh sampel daging yang diuji, tujuh (15,9%) menunjukkan hasil positif, 35 (79,5%) negatif, dan dua (4,5%) dubius. Pengujian serum Harimau Bengala menunjukkan satu (25%) seropositif, sedangkan sisanya dubious. Adapun pengujian pada serum Jaguar dan Singa Afrika menunjukkan hasil seronegatif. Harimau Bengala yang diuji merupakan individu yang lahir di Taman Margasatwa Ragunan dan hanya mendapat pasokan pakan berupa babi hutan asal Bengkulu. Oleh sebab itu, terdapat indikasi kuat bahwa infeksi Trichinella sp. pada babi hutan di Bengkulu dapat berpotensi memengaruhi kesehatan satwa liar karnivora yang ditangkarkan di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta.
Show more [+] Less [-]English. Trichinellosis is a zoonotic disease spread by consuming raw or undercooked meat containing Trichinella sp. larvae. The existence of Trichinella spiralis in Indonesia has been documented since the Dutch colonial period; however, information regarding the incidence of trichinellosis in humans and animals in this country remains limited. Recent studies indicate a rise in trichinellosis among animals, especially pigs and wild boars. This can potentially threaten human health and carnivorous wildlife that consume this meat, such us those in ex-situ captivity. This study aimed to identify the presence of Trichinella sp. larvae in wild boars hunted in Bengkulu Province, which serve as a food source for wild carnivores at the Ragunan Zoo in Jakarta. A total of 44 wild boar meat samples from Bengkulu, along with serum samples from four Bengal Tigers, two Jaguars, and one African Lion from Ragunan Zoo, were analyzed using the Indirect Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) technique to identify antibodies against Trichinella sp. Among the meat samples tested, seven (15.9%) yielded positive results, 35 (79.5%) were negative, and two (4.5%) were classified as dubious. Test on Bengal Tiger sera showed one (25%) was seropositive, while the rest were dubious. Tests on Jaguar and African Lion sera showed seronegative results. The Bengal tigers examined were born at Ragunan Zoo and were exclusively fed wild boar sourced from Bengkulu. Therefore, evidence suggests that Trichinella sp. infection in wild boars in Bengkulu may impact the health of wild carnivores conserved at Ragunan Zoo, Jakarta.
Show more [+] Less [-]AGROVOC Keywords
Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by IPB University in The City of Bogor (formerly Bogor Agricultural University)