Penganeka ragaman bahan pangan asal ternak sebagai salah satu usaha meningkatkan konsumsi protein hewani.
1988
Purnomo H.
BAHASA: Penanganan pasca panen hasil peternakan yang benar akan sangat membantu pengamanan bahan pangan dari kerusakan dan dapat memperluas jangkauan distribusinya, hingga kebutuhan gizi minimum orang dapat terpenuhi. Salah satu usaha peningkatan produksi protein hewani khususnya di daerah rawan gizi adalah dikembangkannya usaha aneka ternak yang menghasilkan sumber protrin hewani dengan mudah, murah, cepat dan dapat diusahakan sendiri oleh setiap keluarga. Perlu dipikirkan bagaimana memasyarakatkan hasil produksi aneka ternak tersebut agar dikonsumsi. Daging kelinci dapat digunakan untuk berbagai macam hidangan yang gurih dan lezat, kulitnya untuk bahan baku kerajinan dan dapat dimanfaatkan untuk krupuk rambak. Daging kelinci mempunyai kadar protein hampir sama dengan daging sapi, kerbau dan ayam. Bekicot dibudidayakan khususnya sebagai komoditi ekspor non migas, karena daging bekicot mempunyai kadar protein kurang lebih 12 persen dengan komposisi asam amino yang cukup lengkap; perlu dipikirkan penganeka ragamannya agar jenis bahan pangan asal bekicot bertambah banyak. Selain produk- produk baru yang perlu diperkenalkan pada masyarakat, bahan pangan yang sudah lama dikenal seperti susu yang sarat gizi dapat juga dibuat tahu susu dan kripik susu, sedang daging ayam baik dari ayam pedaging maupun ayam petelur afkir dapat dibuat dendeng atau abon. Penganekaragaman bahan pangan asal ternak perlu dilakukan dengan tujuan memperkaya menu masyarakat, maupun sebagai upaya menambah ragam komoditi ekspor non-migas serta untuk meningkatkan penyediaan protein hewani dalam usaha perbaikan gizi keluarga.
Show more [+] Less [-]AGROVOC Keywords
Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by Wolters Kluwer