Persepsi Masyarakat dan Analisis Konflik Manusia – Monyet Hitam Sulawesi (Macaca maura Schinz, 1825) di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung = Community Perception and Conflict Analysis Human – Moor macaque (Macaca maura Schinz, 1825) in Bantimurung Bulusaraung National Park
2025
KHAIRUNNISA, SRI RESKI
Macaca maura menjadi salah satu satwa endemik yang persebarannya terbatas di Sulawesi Selatan karena merupakan satwa yang rentan terhadap gangguan dan kerusakan habitat. Hilangnya habitat Macaca maura terjadi akibat kegiatan penebangan hutan, dan alih fungsi kawasan hutan menjadi peruntukan lain, serta penyebab lainnya. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada masyarakat dan melakukan observasi lapangan. Pengetahuan persepsi dan sikap masyarakat terhadap taman nasional dan Macaca maura, bagaimana konflik itu terjadi, faktor penyebab, tekanan dan dampak dari adanya konflik, serta upaya penanganan yang dilakukan masyarakat dan pengelola. Wawancara dilakukan terhadap 100 orang masyarakat yang lahannya pernah didatangi oleh Macaca maura. Menganalisis dengan metode deskriptif menggunakan statistik sederhana yang selanjutnya akan dianalisis melalui pendekatan Human Wildlife Conflict (HWC). Keseluruhan responden mengungkapkan lahannya pernah dimasuki oleh Macaca maura. Konflik yang terjadi sejauh ini adalah Macaca maura merusak dan memakan dan merusak saja tanpa memakan tanaman masyarakat. Penyebab konflik terjadi yaitu mencari makan, berkurangnya makanan di hutan, lahan yang berdekatan dengan hutan, habitat yang berkurang akibat perambahan, dan tanaman masyarakat lebih menarik. Penanganan yang dilakukan masyarakat sejauh ini yaitu penjagaan, pemagaran, pagar listrik, penjagaan dengan anjing, perangkap, senapan, orang-orangan sawah, bunyi-bunyian, dan petasan.
Show more [+] Less [-]Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by Hasanuddin University