ANALISIS PEMASARAN RAJUNGAN (Portunus sp.) DI KABUPATEN TUBAN (23dpt40)
2023
LAKSONO, ARDIANSYAH BHAKTI
ABSTRAK Ardiansyah Bhakti Laksono, 26030118120036. Analisis Pemasaran Rajungan (Portunus sp) di Kabupaten Tuban (Dian Wijayanto dan Bambang Argo Wibowo). Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang merupakan daerah dengan produksi rajungan yang tinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 dengan mengambil responden dari 6 Desa penghasil rajungan terbanyak di Kabupaten Tuban yaitu Desa Karangagung, Gersikharjo, Kradenan, Socorejo, Gadon, dan Bulujowo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis distribusi pemasaran rajungan, efisiensi pemasaran setiap lembaga pemasaran, marjin pemasaran, dan fisherman’s share. Data yang dikumpulkan berupa data primer yang didapat secara langsung melalui wawancara, observasi, dan pengamatan langsung serta data sekunder yang berasal dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tuban selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode purposive sampling untuk pengambilan sampel masing-masing subjek penelitian dan snowball sampling untuk mengetahui jaringan distribusi pemasaran rajungan. Hasil penelitian menunjukan terdapat dua saluran pemasaran rajungan di Kabupaten Tuban dimana saluran pemasaran pertama dari nelayan dijual menuju bakul dan mengarah pada konsumen lokal dan saluran pemasaran rajungan dari nelayan dibeli bakul, dijual ke miniplant dan rajungan daging dijual ke eksportir selanjutnya mengarah pada konsumen ekspor. Saluran pemasaran pertama, nilai fisherman’s share sebesar 70%, nilai efisiensi bakul sebesar 8% dan marjin sebesar Rp.15.000. Saluran pemasaran kedua, nilai fisherman’s share sebesar 49%, efisiensi pemasaran bakul sebesar 2,3% dengan marjin pemasaran Rp.2000 dan nilai efisiensi pemasaran miniplant sebesar 26,5% dengan marjin sebesar Rp.34.417. Sebagian besar pemasaran rajungan di Kabupaten Tuban menggunakan saluran pemasaran dua. Kata kunci: Distribusi Pemasaran, Efisiensi Pemasaran, Kabupaten Tuban, Marjin Pemasaran, Rajungan. ABSTRACT Ardiansyah Bhakti Laksono, 26030118120036. Marketing Analysis of Blue Swimming Crab (Portunus sp.) at Tuban Regency (Dian Wijayanto and Bambang Argo Wibowo). This research was conducted in Tuban Regency, East Java, which is an area with high crab production. The study was conducted in August 2022 by taking respondents from six villages that produce the most crabs in Tuban Regency, namely Karangagung, Gersikharjo, Kradenan, Socorejo, Gadon, and Bulujowo. The purpose of this research was to analyze the distribution of crab marketing, the efficiency of each marketing institution, the marketing margin, and the fisherman's share. The data collected were primary data obtained directly through interviews, observations, and direct observations, as well as secondary data from Dinas Perikanan dan Peternakan in Tuban Regency, which were then analyzed descriptively using a quantitative approach. The purposive sampling method was used to take samples of each research subject, and snowball sampling was used to determine the distribution network of crab marketing. The results of the study showed that there were two channels of crab marketing in Tuban Regency, where the first marketing channel from the fishermen was sold to the fish monger and directed towards local consumers, and the crab meat from the second marketing channel was bought by the fish monger, sold to the mini-plant, and the crab meat was sold to the exporter, which then directed towards export consumers. In the first marketing channel, the value of the fisherman's share was 70%, the value of the fish monger efficiency was 8%, and the margin was Rp.15,000. In the second marketing channel, the value of the fisherman's share was 49%, the efficiency value of the fish monger marketing was 2.3% with a marketing margin of Rp.2000, and the efficiency value of the mini-plant marketing was 26.5% with a margin of Rp.34,417. Most of the crab marketing in Tuban Regency uses the second marketing channel. Key word: Blue swimming crab, Marketing channel, Marketing margin, Marketing efficiency, Tuban regency.
Show more [+] Less [-]Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by Diponegoro University