PREVELANSI PENYAKIT DAN TUTUPAN KARANG DI KEPULAUAN KARIMUNJAWA, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH (25dik458)
2025
MARDHIANO SIDDIK, FADHLAN YUSUF
Penyakit karang adalah gangguan yang mempengaruhi kesahatan karang yang berdampak secara fisiologis pada organisme karang, sehingga mengancam kondisi tutupan karang. Kondisi tutupan karang di perairan berpotensi menurun dikarenakan tingginya prevalensi penyakit karang. Penelitian tentang ekosistem terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa telah dilakukan oleh berbagai peneliti, namun kajian mengenai penyakit karang khususnya di Pulau Geleang, Pulau Cemara Besar dan Pulau Burung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tutupan karang, jenis-jenis penyakit karang, prevalensi penyakit karang dan hubungan kondisi tutupan karang dengan prevalensi penyakit karang di Pulau Geleang, Pulau Cemara Besar, dan Pulau Burung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Lokasi penelitian terbagi atas 3 stasiun, sejajar garis pantai, kedalaman 2-3 meter dan pengambilan data tutupan karang dan prevalensi penyakit karang menggunakan metode belt transect, dengan cara setiap stasiun membentangkan transek sepanjang 50 meter dan lebar 2 meter setiap kanan dan kiri. Persentase tutupan karang dihitung dengan cara nilai panjang koloni karang dibagi dengan panjang transek dikali 100%, nilai persentase tutupan karang di Pulau Geleang adalah 43,8% dengan kategori “Sedang”; Pulau Cemara Besar adalah 90,3% dengan kategori “Sangat Baik”; dan Pulau Burung adalah 46,9% dengan kategori “Sedang”. Hasil data jenis penyakit karang yang ditemukan menunjukkan bahwa di Pulau Geleang tercatat penyakit White Syndrome dan White Band Disease, Pulau Cemara Besar tercatat penyakit White Syndrome, White Band Disease, Black Band Disease dan Ulcerative White Spots dan Pulau Burung tercatat penyakit White Syndrome, White Band Disease, Ulcerative White Spots dan Pink Pigmentation. Prevalensi penyakit karang dihitung dengan cara nilai jumlah koloni karang yang terinfeksi penyakit dibagi dengan jumlah total koloni karang dikali 100%. Total persentase nilai prevalensi penyakit karang dihitung dengan menggunakan di Pulau Geleang yaitu 26,19%; kemudian Pulau Cemara Besar yaitu 41,27% dan Pulau Burung yaitu 40,82%.
Show more [+] Less [-]Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by Diponegoro University