PERAN EKONOMI RUMPUT LAUT ULVA LACTUCA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT PESISIR GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA DALAM PROGRAM EKOWISATA (25dik521)
2025
TAUFIQURAHMAN, ARIB
Indonesia sebagai negara kepulauan, memiliki potensi sumber daya laut yang sangat kaya. Rumput laut Ulva lactuca merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi besar untuk dikembangkan dalam mendukung peningkatan pendapatan masyarakat pesisir. Di kawasan pesisir Gunung Kidul, Yogyakarta pemanfaatan Ulva lactuca tidak hanya digunakan pada sektor budidaya dan pengolahan, tetapi bisa juga untuk mendukung program ekowisata yang berbasis potensi lokal dan berkelanjutan. Masyarakat Gunung Kidul merupakan yang bersentuhan langsung dengan ekosistem rumput laut Gunung Kidul. Dinamika kondisi perekonomian pada populasi penduduk sekitar juga menjadi salah satu faktor dalam pengembangan aspek budidaya dan pariwisata. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk untuk mengetahui peran rumput laut Ulva lactuca dalam peningkatan pendapatan terhadap keadaan ekonomi masyarakat pesisir di Gunung Kidul, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif statistik deskriptif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Metode pengambilan sampel dilakukan melalui 4 tahapan berupa observasi, wawancara terhadap 30 responden yang terdiri dari pedagang dan petani rumput laut, kuesioner tertutup, dan dokumentasi. Data akan dianalisis dengan menggunakan metode SWOT sebagai analisis lanjutan untuk menghasilkan strategi peningkatan pendapatan. Strategi WO (Weakness-Opportunities) merupakan pendekatan yang dapat diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dampak antara kondisi ekonomi masyarakat terhadap perkembangan ekowisata rumput laut Gunung Kidul. Dampak yang terjadi merupakan dampak yang positif meskipun relatif kecil antara kondisi ekonomi masyarakat dengan perkembangan ekowisata rumput laut di Gunung Kidul. Pengaruh yang terbatas ini diperkirakan disebabkan oleh belum stabilnya perkembangan ekowisata di wilayah tersebut, sehingga dampaknya terhadap masyarakat sekitar masih tergolong rendah.
Show more [+] Less [-]Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by Diponegoro University