[Effect of N and K fertilizer and plant density on banana growth in dry land]
1997
Ernawanto, Q.D. | Widjajanto, D.D. | Sugiartini, E. | Kasijadi, F. (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Karangploso (Indonesia))
English. Upland with wet climate is an alternative area to grow banana. However, soil fertility of this area is poor. This problem could be corrected by fertilization. The objective of this study was to evaluated the optimum of N fertilizer (ZA as source), K fertilizer (KCl as source) and planting density. Experiment was conducted at farmers field at Gadungsari village, Tirtoyudo district, Malang (+- 500 m a.s.l.) and at Melaya village, Melaya district, Jembrana-Bali (+- 50 m a.s.l.). A randomized complete block design with 3 replications, was used. A factorial arrangement treatment of N (0, 200, 400 kg N/ha), K (0, 250, 500, 750 kg K2O/ha), and density (1000, 1600, 2000 trees/ha), was used to further study on tissue cultured seedling of Ambon Kuning at 1600 plants/ha. The highest yield was obtained at the application of 400 kg N/ha and 500 kg K2O/ha for medium level of soil fertility and, the application of 400 kg N/ha and 750 kg K2O/ha for low level of soil fertility
Show more [+] Less [-]Indonesian. Lahan kering beriklim basah merupakan alternatif untuk pengembangan pisang. Permasalahan pada lahan kering adalah rendahnya kesuburan tanah yang merupakan salah satu penyebab rendahnya produksi pisang. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan pengkajian berbagai tingkat dosis pemupukan N (bersumber dari ZA), pemupukan K (bersumber dari KCl) serta pengaturan kerapatan tanaman pisang. Pengkajian dilakukan di lahan milik petani seluas 0,75 ha di Desa Gadungsari Kecamatan Tirtoyudo Malang (+- 500 m dpl.) dan di Desa Melaya Kecamatan Melaya Jembrana Bali (+- 50 m dpl.). Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok faktorial dengan 3 ulangan; faktor I dosis pemupukan N (0, 200, 400 kg N/ha), faktor II dosis pemupukan K (0, 250, 500, 750 kg K2O/ha), dan faktor III pengaturan kerapatan tanaman (1.000, 1.600, 2.000 pohon/ha); bibit yang digunakan adalah Ambon kuning asal kultur jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua lokasi penelitian Malang dan Jembrana dengan status kesuburannya masing-masing tergolong sedang dan rendah masukan unsur hara N dan K mampu meningkatkan pertambahan tinggi tanaman, pertambahan jumlah daun dan pertambahan diameter batang. Pisang Ambon Kuning yang ditanam di lahan kering dengan tingkat kesuburan tanahnya sedang hasil terbaik adalah penambahan 400 kg N/ha dan 500 kg K2O/ha, sedangkan pada tanah dengan tingkat kesuburan rendah adalah 400 kg N/ha dan 500 kg K2O/ha, sedangkan pada tanah dengan tingkat kesuburan rendah adalah 400 kg N/ha dan 750 kg K2O/ha, masing-masing dengan populasi tanaman 1.600 pohon setiap ha
Show more [+] Less [-]AGROVOC Keywords
Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination