Optimalization in size of containers and growth medium composition for efficiency in mango seedling shipment
1998
Purbiati, T. | Dasi, D.W. | Sentot, R.S. (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Malang (Indonesia))
English. The aim of this research was to obtain optimal for both container dimension and growth medium composition of mango seedling getting efficiency. Research was conducted in two step of experiment and started in April 1994 to March 1995. First experiment was carried out at nursery house, Karangploso Malang, using a Factorial Randomized Block Design, with three replications and compossing of 15 stokes/unit experiment/replication. First factor was the dimension of polybag (diametre 8, 12 and 16 cm; height 25 cm) and second factors was soil mixture (soil + manure = 1:1; sand + manure + rice husk = 1:1:1; sand : manure : rice husk = 1:1:1 + organic fertilizer (5-10 g/polybag). Second experiment (during and after shipment) resulted seedling from first experiment were transported to Karangasem, Bali using a Split Plot Design, with three replications. As the main plot was the distance: 1.200 km (Malang-Karangasem) and 2.400 km gave no difference in the percentage of damages from the experiment II. However the difference in damage percentage was showed by polybag size, diametre 16 cm, and 25 cm of height, using medium of sand + manure + rice husk (1:1:1) or sand + manure + rice husk (1:1:1) + organic fertilizer 5-10 g/polybag. Price of seedling after 1.200 km of transportation was Rp 853.23.00 - Rp 1.493.86.00 and after 2400 km was around Rp 956.11,00 - Rp 2.014.600,00. Soil mixed of sand + manure + rice husk (1:1:1 v/v) or enriched by 5-10 g filled organic fertilizer in polybag with diametre x height of 16 cm x 25 cm gave satisfied growth of mango seedling both on nursery and field after transportation stages. Those mango seedlings are relatively strong during transportation of 2.400 km and only 6 percent of them damaged. Price of a mango seedling including transportation is Rp 2.025,00
Show more [+] Less [-]Indonesian. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dimensi wadah dan media tumbuh yang optimal untuk pertumbuhan bibit mangga dan efisien dalam pengiriman. Penelitian dilakukan secara bertahap mulai bulan April 1994 sampai dengan Maret 1995. Tahap I (sebelum transportasi) di kebun percobaan Karangploso, Malang. Percobaan secara faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan masing-masing perlakuan/ulangan 15 bibit. Sebagai faktornya adalah diameter wadah yaitu 8 cm, 12 cm, dan 16 cm dengan masing-masing tinggi 25 cm dan macam media tumbuh yaitu: tanah + pupuk kandang (1:1); pasir + pupuk kandang + sekam (1:1:1), dan pasir + pupuk kandang + sekam (1:1:1) + pupuk organik (5-10 g/wadah). Bibit mangga berumur 3-5 bulan setelah sambung dan ditanam pada media perlakuan selama 4 bulan. Tahap II (selama dan setelah pengangkutan), bibit hasil percobaan tahap I dikirim ke Karangasem - Bali. Percobaan disusun secara Split Plot dengan tiga ulangan yaitu sebagai petak utama adalah jarak tempuh: 1.200 km (Malang - Karangasem 1 x pp) dan 2.400 (Malang-Karangasem 2 x pp), anak petak 9 kombinasi bibit percobaan tahap I. Hasil percobaan tahap I : pengamatan pada umur 4 bulan, makin lebar diameter pot dari kantong plastik makin tinggi bibit, media tumbuh tidak berpengaruh pada tinggi bibit. Pada semua media tumbuh yang digunakan makin lebar diameter kantong plastik makin banyak jumlah daunnya karena cenderung berpupus lebih awal. Harga pokok bibit mangga sebelum transportasi berkisar antara Rp 732.45-Rp 882.40. Hasil percobaan tahap II: bibit yang dikirim dengan jarak tempuh 1.200 km dan 2.400 km dengan 9 macam kombinasi perlakuan bibit persentase kerusakan tidak berbeda. Pertumbuhan bibit yang baik pada perlakuan wadah diameter 16 cm tinggi 25 cm media pasir + pupuk kandang + sekam (1:1:1) atau pasir + pupuk kandang + sekam (1:1:1) + pupuk organik 5-10 g/wadah. Pertumbuhan di lapangan kombinasi pertumbuhan bibit tidak dipengaruhi jarak transportasi. Kombinasi media dengan wadah diameter paling lebar mempunyai pertumbuhan bibit di lapang paling memuaskan. Harga pokok bibit setelah pengiriman 1.200 km berkisar antara Rp 853,23-Rp 1.493,86 dan pengiriman 2.400 km berkisar antara Rp 956,11-Rp 2.014,69. Dimensi wadah diameter 16 cm dan tinggi 25 cm berisi media campuran pasir + pupuk kandang + sekam (1:1:1) maupun yang diperkaya dengan pupuk organik 5-10 g/wadah memberikan pertumbuhan bibit mangga yang lebih baik di persemaian dan pertumbuhan di lapangan setelah pengangkutan. Bibit dalam wadah dan media tersebut tahan selama pengangkutan dengan jarak 2.400 km dan kerusakan bibit 6 persen serta harga pokok bibit Rp. 2.014,69
Show more [+] Less [-]AGROVOC Keywords
Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination