Parasites on grouper in hatchery and its control methods
1997
Zafran | Koesharyani, I. | Yuasa, K. (Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol, Bali (Indonesia))
English. Breeding of groupers have been conducted at Gondol Research Station for Coastal Fisheries for three years, but some problems still occur, especially mortality of spawners after being reared for several months in hatchery. An experiment to identify some parasites that commonly infest on groupers has been conducted. Parasites were identified microscopically. Results showed that common parasites infest on groupers were Benedenia, Neobenedenia, Pseudorhabdosynochus, Haliotrema, Diplectanum, Trichodia, Cryptocaryon irritans and Lepeophtheirus. The most serious threat for grouper (Cromileptes altivelis) are gill flukes (Diplectanum, Pseudorhabdosynochus, Haliotrema) and C. irritans. Treatment with formalin at concentration of 125 mg/L for 1 h or 30 mg/L for 24 h, or treatment with sea water at 60 ppt for 15 min proved to be effective against gill flukes without any side effect in the treated fish, C. irritans infection was removed by the treatment with 0.03-0.07 mg/L ionized copper in one week
Show more [+] Less [-]Indonesian. Penelitian perbenihan kerapu sudah mulai dilakukan di Lolitkanta Gondol sejak tiga tahun yang lalu. Namun demikian masih ditemukan banyak permasalahannya terutama kematian induk selama pemeliharaan di panti benih. Suatu penelitian untuk mengetahui jenis parasit yang menyerang induk kerapu telah dilakukan di Lolitkanta Gondol, Bali. Sampel parasit diidentifikasi melalui pengamatan langsung secara mikroskopis terhadap preparat segar dari insang serta parasit yang diperoleh melalui perendaman induk dalam air tawar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa parasit yang menyerang ikan kerapu antara lain Benedenia, Neobenedenia,Diplectanum, Pseudorhabdosynochus, Haliotrema, Trichodina, Cryptocaryon irritans dan Lepeophtheirus. Parasit yang terlihat mempunyai dampak paling serius terhadap kerapu tikus (Cromileptes altivelis) adalah cacing insang (Diplectanum, Pseudorhabdosynochus, Haliotrema) dan C. irritans. Perlakuan dengan formalin pada konsentrasi 125 mg/L selama satu jam atau 30 mg/L selama 24 jam, atau perlakuan dengan air laut dengan salinitas 60 ppt selama 15 menit terbukti efektif mematikan cacing insang tanpa efek negatif terhadap ikan C. irritans dapat diatasi dengan ion tembaga dengan konsentrasi 0,03 - 0,07 mg/L selama seminggu
Show more [+] Less [-]AGROVOC Keywords
Bibliographic information
This bibliographic record has been provided by Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination